Ada yang Janggal Dalam Aksi Penolakan Terhadap Sandi di Tabanan: Page 2 of 2

Sebelumnya, Partai Gerindra Bali menjelaskan soal kabar adanya penolakan masyarakat Tabanan, Bali, terhadap kedatangan pasangan Prabowo Subianto itu.

Ia membebeberkan, jauh sebelum rencana kedatangan Sandi ke Bali, pihaknya sudah melakukan sosialisasi di Tabanan.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPD Gerindra Bali, Fabian Andrianto Cornellis seperti dikutip PojokSatu.id dari RMOL, Senin (25/2).

“Terkait penolakan di Tabanan bahwa ada komponen masyarakat yang faktanya di awal menerima. Kita sudah lakukan pendekatan dan sosialisasi ke Tabanan. Semua komponen siap menyambut,” katanya.

Fabian menyampaikan, pihaknya jauh hari sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang ada di Tabanan untuk kedatangan Sandi.

Setidaknya, dua Desa di Tabanan siap menyambut Sandi, namun dua Desa yakni Senganan dan Sudimara menolak.

Ketua Umum Tunas Indonesia Raya (Tidar) Provinsi Bali itu menjelaskan, penolakan dua desa hanya bersifat administrasi yakni surat permakluman.

Menurut Fabian, surat permakluman dari perangkat desa tersebut tidak bisa digeneralisir sebagai aspirasi keseluruhan unsur warga yang ada di Tabanan.

“Pada prinsipnya masyarakat Tabanan menerima kedatangan Sandi, karena masyarakat Bali begitu ramah. Tapi ketika masuk dalam wilayah adminitrasi,” katanya.

“Terganjal surat permakluman dari desa, ini kita telusuri apakah benar surat itu merupakan (suara) perwakilan desa setempat,” tuturnya.

Fabian menambahkan, oleh karena itulah Sandi mengurungkan niat untuk tetap mengunjungi Tabanan.

Selain ingin mematuhi aturan yang ada, tim kampanye Prabowo-Sandiaga sekaligus ingin mengajarkan politik santun.

“Kita hanya tidak ingin disemprot Bawaslu,” pungkas Fabian.[mr/posat]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...