19 June 2018

Yahya Cholil Staquf Rugi Besar dalam Perniagaannya

Oleh: Nasrudin Joha

Yahya, telah rugi, kerugian yang besar, bangkrut sebangkrut-bangkrutnya. Yahya, telah berdusta di bulan Ramadhan, untuk tidak menemui Teroris Yahudi Israel, nyatanya dia datang kesana. Yahya, juga telah berdusta akan berbicara tentang pembelaan bagi Palestina, nyatanya dia malah menuding Al Quran dokumen sejarah.

Yahya, mengambil bagian dari sekerat tulang dunia yang tidak mengenyangkan dengan meninggalkan syariat Islam. Yahya, telah menukar persaudaraan Islam, keridlaan kaum muslimin, dengan senyum persahabatan Teroris Yahudi Israel.

Yahya telah mengambil posisi menjadi sekutu dan bagian dari Yahudi Israel, mempromosikan perdamaian semu, dengan membutakan mata atas pembantaian teroris Israel terhadap muslim Palestina. Hei Yahya, apa yang hendak kau katakan kelak, dihadapan Rabb semesta Alam, atas jeritan anak-anak Palestina ? Perempuan dan orang tua yang tertindas disana ? Pejuang al Quds yang gugur Syahid melawan Israel ?

Yahya telah mengambil pilihan, sudahlah kami tidak memaksa, karena kami kaum muslimin juga akan mengambil pilihan. Kami mengikat perdamaian, dengan siapapun yang berdamai dengan kaum muslimin. Kami mengumumkan penentangan, kepada siapapun yang menjalin perdamaian dengan musuh kaum muslimin.

Kami, telah terbiasa untuk terus bertahan di parit-parit perjuangan, menikmati setiap peluh dan keringat yang mengucur, bahkan hingga tetesan darah yang tertumpah, demi membela akidah Islam. Kami, tidak akan tunduk pada zionis teroris Israel, hingga Allah memenangkan agama ini atau kami binasa karenanya.

Bagi kami, Yahya tinggal bangkai berjalan. Yahya, bukanlah bagian dari kaum muslimin yang memiliki hati, perasaan, dan pemikiran yang condong kepada Islam. Yahya, telah mengambil ridlo Yahudi Israel dan membiarkan kemarahan kaum muslimin.

Yahya, berapapun jumlahnya, baik Yahya hari ini atau Yahya yang lain, tidak akan pernah membuat surut perjuangan untuk membela Al Quds dan melawan penjajahan Teroris Israel. Telah banyak keringat dan darah kaum muslimin untuk tanah Palestina, karenanya tanah itu harus kembali ke pangkuan kaum muslimin.

Fajar Khilafah telah menyembul di ufuknya, kaum muslimin penuh harap menanti kedatangannya, kelak tentara Khilafah, tentara kaum muslimin akan datang membebaskan Al Quds, sebagaimana Umar bin Khatab dahulu membebaskan Al Quds untuk yang pertama kali. Setelah penaklukan, agama samawi di Al Quds akan tunduk dan rukun dibawah naungan pemerintahan Islam, pemerintahan Khilafah.

Wahai saudaraku di Palestina, bersabarlah, dan kuatkanlah. Sungguh, kami melihat kalian lebih dekat dari pintu-pintu surga, ketimbang kami yang belum bisa berbuat apa-apa. Kecintaan kami, akan terus menghadirkan energi untuk menegakan Khilafah dan untuk kemudian tentara kita dari daulah Khilafah, akan datang membebaskan Al Quds.

Wahai kaum muslimin, bersuaralah ! Kabarkan setiap dusta dan pengkhianatan para penguasa antek dan tokoh-tokoh rendahan, yang telah menjual agama dengan harga yang sedikit. Potonglah, setiap lidah yang mengujar kemunafikan, kedustaan, pengkhianatan. Bersatulah, dalam barisan politik Nasrudin Joha, untuk menyongsong tegaknya daulah Khilafah yang kedua.

Sungguh, kemuliaan ini tidak mungkin hadir, kecuali kaum muslimin memiliki pemerintahan Islam, kekuasan Islam, yang akan menegakan kedaulatan syariat. Hukum Allah SWT yang diterapkan, untuk mengatur setiap urusan.

Tidak ada lagi tempat, bagi kaum munafik untuk bebas melukai hati kaum muslimin. Ketegasan Khalifah, akan membelah manusia menjadi iman atau kufur. Memudahkan kaum muslimin untuk menjalin persahabatan atau mengumumkan peperangan. Dibawah bendera Rasul, Al Liwa dan Ar Roya. Allahu Akbar !

Category: 

Berita Terkait

Loading...