14 August 2018

Usaha Pembunuhan Erdogan dan Makar Pilpres Turki 2018

Oleh: Tengku Zulkifli Usman
Analis GeoPolitik Dunia Islam Internasional, Jakarta

Rencana pembunuhan terhadap Erdogan 20 mei kemarin di Sarajevo kembali gagal.

Usaha terakhir ini adalah usaha percobaan pembunuhan terhadap Erdogan yang ke 6 kali sejak beliau naik memimpin turki 2001.

Bukan hanya Erdogan, kemarin PM turki Bin Ali Yildirim juga mengalami usaha pembunuhan di waktu yang sama di negara Balkan.

Semua usaha ini digagalkan oleh badan intelijen turki MIT yang saat ini menjadi badan intelijen negara terbaik no 8 di Dunia dibawah MI6, CIA, KGB dkk.

Usaha pembunuhan Erdogan dan Yildirim ini tidak lain adalah usaha lain menyingkirkan Erdogan dari tampuk politik turki setelah mereka gagal mengkudeta Erdogan 2013 dan 2016, dan gagal membubarkan partai AKP Turki 2007 dan 2008.

Usaha pembunuhan ini hanya berjarak 1 bulan lebih sedikit menjelang pilpres turki 24 juni 2018 besok.

Langkah musuh Erdogan ini dilakukan karena mereka sudah frustasi dengan kekuatan Erdogan juga dengan melemahnya semua barisan lawan Erdogan di dalam negeri turki menjelang pilpres bulan depan.

Lawan Erdogan yang paling kuat dalam pilpres turki bulan depan hanya 2 orang: Muharrem Ince dari partai CHP dan Meral Aksenar dari Iyi Parti.

Kedua tokoh utama penantang Erdogan ini sama sama saling serang dalam beberapa kampanye terakhir, ini namanya oposisi jahil, Ince adalah tipikal emosional dan Aksener tipikal politisi ambisius.

Dalam berbagai jajak pendapat baru baru ini, Erdogan belum terkejar secara elektabilitas, selisih suara Erdogan dengan Ince masih di angka 12% dan dengan Aksenar di angka 24%.

Dari sisi popularitas, Erdogan menempati angka 98%, Elektabilitas 70%, dan dari sisi Akseptabilitas ada di angka 65-75%, ini adalah angka yang sangat tinggi ditengah semua makar hebat musuh Erdogan dari dalam dan luar turki yang terus bergerilya sejak setahun lalu.

Suara AKP dan Erdogan dalam pilpres kali ini hanya turun di Kota istanbul karena disalip oleh CHP, dan dibawah AKP ada Iyi Parti, sedangkan di semua kota kita lain, Suara AKP masih memimpin minimal stabil.

Proposal untuk mengalahkan Erdogan sudah ditangan para penjahat teluk berjubah, dana nya saya dengar sudah mau cair dalam minggu depan dalam jumlah besar, dana itu dari Emirat dan Saudi, angkanya kisaran 15-20M Dolar.

Saudi dan Emirat sebagai mesin ATM nya, sedangkan Amerika-Israel-Mesir dkk dapat tugas pelaksana lapangan, misi mereka 1: Erdogan wajib lengser.

Erdogan tidak tinggal diam, saat ini badan intelijen turki dibawah Erdogan diminta siaga 1 sampai pilpres turki selesai, ditambah dengan masa darurat pasca kudeta 2 tahun lalu yang belum selesai karena sudah diperpanjang yang ke 7x sejak malam kudeta gagal 15 juli 2016.

Badan intelijen turki saat ini diperintahkan untuk melawan setiap makar yang akan datang dari luar dengan keras, Erdogan akan melawan setiap aksi yang mengganggu kedaultan turki, oleh sebab itu, Erdogan tahun lalu menunjuk Politisi garis keras loyalis Erdogan Bekir Bozdag sebagai salah satu wakil PM turki, turki sedang butuh nyali nya Bozdag saat ini.

Dunia internasional yakin bahwa Erdogan adalah pemimpin terkuat dunia islam saat ini, makanya saat erdogan minggu lalu mengusir dubes israel lewat bandara dan diperlakukan seperti rakyat biasa non VVIP juga di live kan oleh stasiun tv pemerintah untuk dunia, gak ada yang berani protes dan dunia internasional semua diam.

Dunia internasional saat ini dari blok zionis dan blok zionis arab berjubah aliansi Saudi-Emirat-Mesir sedang sangat frustasi dengan terus menguatnya Erdogan di kawasan, seandainya saja mereka disuruh masuk syurga, mungkin saja mereka akan menolak dan lebih memilih Erdogan mati, itu lebih baik.[***]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...

Berita Terkait


Selasa, 14 Aug 2018 - 12:30
Selasa, 14 Aug 2018 - 12:26
Selasa, 14 Aug 2018 - 12:04
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:59
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:57
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:57
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:55
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:54
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:49
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:46
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:44
Selasa, 14 Aug 2018 - 11:41