16 December 2019

Ray Rangkuti : Tak Ada Pihak yang Berhak Larang Masyarakat Unjuk Rasa

KONFRONTASI -  Ketua Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyebut, tidak ada pihak yang bisa melarang masyarakat untuk berunjuk rasa. Sebab, itu adalah hak dari setiap warga negara.
Menurut dia, larangan dari Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak kepada warganya ikut aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 itu tidak tepat. Awang Faroek tidak boleh melarang warga ikut melakukan aksi.
"Kalau ada larangan melakukan aksi ya itu tidak tepat, itu sudah hak warga negara, aksi dimanapun untuk isu apapun. Jadi tidak ada kewenangan dari siapapun untuk melarang hal itu," kata Ray pada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (25/11/2016).
Terlebih, kata dia, larangan itu juga ikut disertai dengan ancaman. Yakni apabila ada warganya yang ikut aksi akan dicap sebagai calon teroris. Menurut dia, hal itu seharusnya tak terucap dari seorang kepala daerah.
"Apalagi dikatakan pengikut ini, pengikut itu. Engga boleh itu hak setiap warga negara yang dijamin oleh konstitusi," ujar dia.
Gubernur Kalimaantan Timur Awang Faroek sebelumnya melarang keras kepada warga didaerahnya untun tidak ikut dalam aksi 2 Desember 2016 nanti. Bahkan, apabila ada warganya yang ikut dalam aksi itu akan dicatat dan dicap sebagai calon teroris.
"Kaltim melarang warganya ikut demo ke Jakarta. Ada agenda politik hendak dipaksakan terkiat aksi demo massa nanti. Kami akan catat sebagai calon teroris yang wajib diwaspadai," kata Awang di Balikpapan Rabu 23 November 2016 kemarin.
Larangan itu disampaikan Awang atas dasar masyarakat Kaltim yang masih trauma dengan aksi bom molotov di Gereja Oikumene Samarinda yang menelan korban jiwa. "Kami masih trauma dengan aksi bom Samrinda. Semoga ini pertana dan terakhir di Kaltim," ujar dia. (Juft/ Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...