13 December 2019

Berdikari Merebut Tambang Emas Kembali

Oleh: Dian AK
Women Movement Institute

Tindakan Pemerintah melakukan kesepakatan dengan pihak PT Freeport mendapat tanggapan beragam. Pemerintah sendiri berasumsi bahwa kesepakatan divestasi saham adalah win-win solution. Sekalipun harus memperpanjang lagi kontrak karya Freeport sampai tahun 2041 yang seharusnya berakhir tahun 2021.

Tidak perlu diherankan apabila PT Freeport mengeluarkan tawaran perpanjangan kontrak ini, karena pihaknya juga tak mau merugi sekalipun ini sulit bagi Indonesia. Apalagi dalam proses divestasi, Indonesia harus merogoh kocek yang dalam untuk membeli saham 51 % . Sungguh tawaran Freeport ini bak juragan yang harus dituruti.

Bagi pihak yang kontra, langkah pemerintah menuruti kesepakatan ini dirasa aneh. Jika pemerintah menginginkan saham tambang emas ini tak perlu susah-susah membeli karena di tahun 2021 tambang ini akan kembali ke Indonesia seiring dengan berakhirnya kontrak karya perusahaan asing ini.

Terlepas dari pro kontra di atas. Ada hal yang menarik untuk dicermati yaitu keberadaan Freeport. Perusahaan ini sesungguhnya tak begitu signifikan menguntungkan Indonesia bahkan cenderung merugikan. Setidaknya ada dua hal, pertama merusak lingkungan. Perusahaan ini telah merusak alam, polusi kerap terjadi terutama di sungai, hutan mangrove dan laut telah terpapar limbah pertambangan. Sungguh ini sangat merugikan Indonesia, betapa tidak di tahun 2016 saja terdapat 300 ribu ton limbah per hari. Bisa dibayangkan apabila perusahaan ini masih beroperasi hingga 2041 dengan produksi yang jauh meningkat dan sudah beroperasinya tambang bawah tanah, berapa ratus ribu ton limbah yang akan dihasilkan? Walhasil laut akan terpapar limbah lebih banyak lagi.

Kedua, privatisasi tambang. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa semenjak PT Freeport bercokol di Indonesia, baik tambang emas, perak maupun tembaga yang selama ini diolah perusahaan ini asset kepemilikannya berubah dari kepemilikan umum menjadi kepemilikan perseorangan. Dengan adanya privatisasi ini maka Indonesia tidak bisa bebas memiliki dan memanfaatkan tambang tersebut, karena kepemilikannya beralih ke Freeport. Hal ini jelas akan memperkaya Freeport sedangkan Indonesia terutama masyarakat Papua tampak masih memiliki taraf hidup yang rendah dan tergolong miskin. Ditambah lagi Freeport termasuk perusahaan yang tak taat pajak. Maka sungguh aneh apabila perusahaan ini masih dipertahankan di Indonesia.

Dari dua hal di atas, sungguh keberadaan Freeport tak bisa dipertahankan lagi. Sudah saatnya Indonesia mengambil langkah mandiri menuju Indonesia berdikari, utamanya dalam pengelolaan tambang emas di Papua. Pertama, pengelolaan tambang harus dikelola negara. Emas yang termasuk tambang yang tak terbatas jumlahnya adalah milik umum. Maka pengelolaannnya harus diserahkan pada negara bukan individu dan pihak asing. Dengan begitu tak akan terjadi ketimpangan sosial karena hasil pengolahannya akan dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Kedua, memberdayakan ilmuwan tambang dalam negeri. Perlu diketahui bahwa emas, perak dan tembaga yang merupakan tambang yang berada di perut bumi, maka untuk memperolehnya harus dengan susah payah. Sehingga dalam hal ini keberadaan ilmuwan menjadi wajib. Ilmuwan yang paham tambang inilah yang akan menentukan teknologi apa saja yang dibutuhkan dalam pengolahannya maupun teknologi pembuangan limbah yang ramah lingkungan. Dan untuk menuju kemandirian tentulah ilmuwan dalam negeri perlu untuk diberdayakan.

Dengan langkah-langkah di atas menjadi negara mandiri bukanlah mimpi. Karena efektifnya SDA yang dikelola sendiri ini akan mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi selama ini seperti perkara hutang dan kemiskinan. Jika kemandirian SDA ini terus dipertahankan dan sedikit demi sedikit melepas ketergantungan dengan negara lain baik dari aspek ekonomi, politik, militer, dsb maka hal ini akan mampu menghantarkan Indonesia menuju kemandirian negara. Lebih jauh lagi, bukan tidak mungkin Indonesia yang selama ini dikenal dengan negara berkembang dan selalu tergantung dengan negara lain akan berubah menjadi negara maju dan independent.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...