17 February 2020

Akhir Lakon Petruk Dadi Ratu: Rakyat Takut dan Cemas bakal Hancur Republik Ini

Oleh: Zakariya al-Bantany
_________

Istana Presiden Jokowi dan  para elite negara perlu merenungkan esai ini. Kondisi kita di tanah air saat ini sedang seperti menyaksikan pagelaran wayang dalam lakon "Petruk Dadi Ratu" di sebuah panggung sandiwara politik demokrasi.

Petruk yang berwajah culun asalnya adalah seorang kawulo atau seorang rakyat jelata. Kemudian Petruk pun mendadak menjadi seorang ratu atau raja di negara yang dinamainya Lojitengara.

Saat Petruk jadi raja, maka Petruk pun merasa bahagia nan tentramnya dengan hidup bergelimpangan tahta dan harta hingga ia memiliki "abuse of power" dan merasa memiliki segala-galanya.

Hingga membuat Petruk pun lupa diri akan hakikat asal-usul jati dirinya di dunia, yang berasal dari seorang kawulo dan sebagai abdinya Gusti Allah ta'ala Sang Maharaja diraja.

Hingga Petruk pun memiliki kekuatan power full menjalankan kekuasaan dan pemerintahannya. Sehingga ia pun seenak udele dewe menabrak aturan Gusti Allah sang Maharaja diraja di jagad raya.

Petruk pun bersama bala tentara pasukan kerajaannya menebar angkara murka di dunia dan menindas rakyat jelata serta memerangi dam menghabisi siapa pun yang mencoba melawan dan menghentikan kekuasaan dan tiraninya.

Hingga negerinya tersebut pun pada akhirnya dirundung banyak sekali  masalah. Dan tiada hentinya pula negerinya tersebut diterpa huru-hara, malapetaka dan balak bencana yang tiada berkesudahan hingga negerinya tersebut menjadi negeri seribu bencana.

Namun, anehnya tidak jua membuat sadarkan diri si "Petruk Dadi Ratu" tersebut untuk kembali kepada jalan Gusti Allah ta'ala dan kembali ke pangkuan kawulo atau rakyat jelata yang merupakan asal-usul jati diri si Petruk tersebut berasal.

Justru, semakin membuat keras kepala dan keras hatinya si Petruk tersebut dalam melanggengkan syahwat kekuasaan dan kerajaannya dengan halalkan segala cara dan semakin pula ia membabi-buta menebar angkara murka.

Dan ia pun semakin jadi-menjadi kian sewenang-wenang dalam menindas dan membungkam rakyatnya. Dan menghabisi siapa pun yang mencoba mengkritik dan melawannya. Hingga si "Petruk Dadi Ratu" pun menjelma menjadi sosok tirani durjana nan diktator di balik wajah culunnya tersebut.

Sehingga hanya memicu konsolidasi sistemik dan alamiah para kawulo atau rakyat jelata melakukan perlawanan sistemik dan massif dalam menumbangkan si "Petruk Dadi Ratu" tersebut.

Karena, mayoritas para kawulo atau rakyat jelata tersebut sudah jenuh dan sangat muak dengan tirani dan kediktaroran si "Petruk Dadi Ratu" tersebut yang sudah lupa asal-usul jati dirinya dan juga sudah membuat angkara murka dan kerusakan di muka bumi ini.

Dalam versi Ki Dalang almarhum Hadi Sugito Toyan Wates Kulonprogo:

"Saat "Petruk Dadi Ratu" bernama Prabu Wel Geduwel Beh

Atas petunjuk Kresna yang bisa mengalahkannya adalah saudara-saudaranya sendiri yaitu Gareng dan Bagong."

Gareng dan Bagong adalah simbol kawulo atau rakyat jelata. Petruk juga asalnya adalah seorang kawulo atau rakyat jelata yang mendadak jadi raja (ratu).

Artinya "Petruk Dadi Ratu" pada akhirnya akan dikalahkan atau ditumbangkan oleh para kawulo atau rakyat jelata yang merupakan tempat asal-usul jati diri si Petruk tersebut berasal.

Pasca tahun politik 2019 tahun lalu, di tahun 2020 ini hingga ke atas, sebentar lagi kita akan menyaksikan tontonan akhir dari episode  "Petruk Dadi Ratu" tersebut.

Yaitu klimaks puncak revolusi pertarungan Gareng dan Bagong melawan si "Petruk Dadi Ratu" yang akan berujung kalahnya si Petruk tersebut.

Dan akhirnya Petruk pun terjungkal ke dalam tong sampah peradaban, dan negeri ini pun akhirnya bangkit menjelma menjadi sebuah peradaban baru yang lebih baik penuh berkah. Cooming soon.

Selamat menyaksikan episode terakhir dari pagelaran wayang lakon "Petruk Dadi Ratu tersebut di panggung sandiwara politik demokrasi yang sangat korup dan culasnya di negeri ini.

Dengan berakhirnya lakon "Petruk Dadi Ratu" tersebut, itu pun pada akhirnya pula akan mengakhiri panggung sandiwara politik demokrasi yang sangat korup dan culasnya selama puluhan tahun di negeri ini, insya Allah.

Wallahu a'lam bish shawab. []

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...