19 June 2018

2019: Bukan Pesta Demokrasi Abal-abal Lagi Ya?

Oleh: Muslim Arbi

Dari awal jika meghendaki Capres banyak. Maka Partai2 itu perjuangkan Kader masing sebagai Capres. Sehingga terdapat 15 Capres sesuai jumlah Partai Peserta Pemilu.

Jika, itu yang terjadi akan makin menarik Pemilu dan Pilpres 2019. Dan bukan bikin koalisi tentukan Capres. Wong Pemilu serentak juga belum ko mau bikin koalisi. Koalisi atas dasar apa?

Capres dan Partai di tuntut jual Pikiran; ide2 besar dan gagasan. Dan simpati. Bukan Lakukan pencitraan murahan dengan berbagai trik dan gaya yang terkesan lucu dan konyol

Karena, Partai-partai nanti akan menjual Capres2 untuk meraih Kursi2 di Parlemen dengan gagasan2 Solutip; baik di Pusat maupun di Daerah.

Partai yang kecil akan menjadi besar dan Partai besar akan menjadi kecil; bila Capres nya tidak di minati Masyarakat Pemilih. Apalagi Capres sering keluar masuk Gorong-gorong.

Sekaligus, Rakyat akan menghukum Partai2 yang selama ini masuk dalam daftar juara Korupsi yang gerogoti Uang Negara dan Uang Rakyat. Akan terseleksi secara alamiah, mana Partai yang abal2 dan sungguhan.

Partai Busuk-minggir karena sekarang saja Kader nya di Cekok KPK di mana-mana. Apalagi Partai2 yang bermesraan dengan Komunis me dan Negara nya; Memusuhi Umat beragama; Dan Pancasila hanya sekedar jargon pemanis dan sekedar klaim doang; “Saya Pancasila”

Atau, partai yang ketum nya masuk penjara karena terbukti Korupsi. Jangankan untuk Pemilu; Partai begituan mah bubarin aje. Cuma Mahkamah Konsitusi nya ga bertaji sih ya. Partai yang ketumnya masuk Penjara itu pasti tidak punya rasa malu lagi ya?

Yang tidak punya rasa malu jangan di beri Amanah; Pasti Khianat.

Mana Partai yang berjuang dan bela Rakyat, Bangsa dan Negara dan Partai Yang sebenar hanya lah benalu, penghancur Rakyat, Bangsa dan Negara. Mana Partai di kendalikan Para Taipan dan Pemodal.

Juga Capres2 yang berjuang untuk Bangsa dan Negara atau Capres yang menjadi penjual Bangsa dan Negara; atau Capres yang adalah Boneka Asing dan Aseng sehingga si Capres lalu menjadi Pengasong kepenringan Asing dan Aseng. Mana Capres yang sejati atau Capres yang rajin pencitraan dan selalu kirim sembako sana sini.

Memimpikan kualitas Demokrasi dan Perjalanan Bangsa ke depan akan di pimpin Oleh Presiden dan Partai Yang benar2 Bela Rakyat, Konsitusi, Bangsa dan Negara. Dan bukan mimpi buruk. Dengan adanya  Presiden dan Partai yang bela/lindungi  sekelompok orang yang adalah konco2 dan kelompok nya.  Meski langgar hukum dan terindikasi Koruptor sekali pun.

Tidak ada lagi Petugas Partai. Tidak ada Presiden Boneka. Tidak ada Presiden yang berbohong atas janji2 Politik nya. Tidak ada Presiden yang musuhi Ulama; tidak ada Presiden yang teror Rakyat; Teror Kampus; Teror Masjid-Hanya Karena Rakyat kritisi Pemerintah; Mahasiswa Kritisi keadaan Negeri; Ulama kritisi Umat yang terbelah dan penguasa.

Tidak ada lagi Presiden dan Partai ke depan menjual Rakyat, Bangsa dan Negara dengan Harga Murah; Menjual Kekayaan alam terhadap Asing bahkan Asing menjadi mau di jadikan Raja.

Presiden dan Partai ke Depan adalah Presiden yang adalah Petugas Rakyat; Yang Tidak menzalimi Rakyat dengan Ngutang setumpuk sehingga membuat Negara di ambang Krisis dan Kebangkrutan.

Presiden dan Partai nya merasakan Derita Rakyat karena Mahal nya Harga2 sulit mencari Lapangan Kerja; sehingga Rakyat Gantung diri dan bunuh diri di Tiang PLN Tegangan Tinggi.

Semua itu bisa terjadi; Pilpres dan Pileg tahun 2019, memberi kesempatan Partai Peserta Pemilu dapat mengajukan Capres nya masing. Selamat berlomba untuk Presiden Terbaik dan Partai Terbaik untuk Rakyat, Bangsa dan Negara Lima Tahun ke Depan.

Bukan lagi Presiden dan Partai yang menghamba kepada IMF dan Bank Dunia dan Negara2 Donor untuk mendapat kan Utang dan akhirnya ngatur se enak nya atas Negeri yang kaya raya ini.

Selamat berlomba dalam pesta Demokrasi sebagai Negara Demokrasi terbesar ke tiga dengan Demokrasi Ideal bukan Demokrasi murahan apalagi Demokrasi abal-abal.

Demokrasi abal-abal pasti lahirkan Pemimpin Boneka dan Partai Kacung untuk kepentingan Asing dan Aseng.

Wallahu’alam

Category: 

Berita Terkait

Loading...