17 November 2019

Tak Mau Dipecat Jadi Pelatih PSSI, Tapi McMenemy Buat Indonesia Lupa Cara Main Bola, Apa Maunya McMenemy?

KONFRONTASI -    Timnas Indonesia seolah lupa cara bermain bola di bawah arahan pelatih Simon McMenemy.

Dalam empat laga awal Grup G kualifikasi Piala Dunia zona Asia, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan tak satu pun meraih kemenangan.


Skuat Merah Putih dipermalukan Malaysia 2-3 pada laga perdana di kandang sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Baca PSSI Pastikan McMeneny Pelatih PSSI: https://madura.tribunnews.com/2019/09/22/pssi-pastikansimon-mcmenemy-tet...
Keadaan lebih parah pada laga berikutnya di GBK saat menjamu Thailand. Indonesia dihajar Thailand 0-3 di depan para pendukung sendiri.

Kondisinya semakin hancur ketika bertandang ke markas Uni Emirat Arab. Skuat Garuda dibantai 5-0 oleh tuan rumah.

Menghadapi Vietnam, performa Indonesia tidak jauh berbeda dengan laga-laga sebelumnya. Tim Merah Putih kesulitan menyerang secara terstruktur.

Timnas Indonesia sudah kebobolan 14 gol.Timnas Indonesia sudah kebobolan 14 gol. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Saat memiliki peluang gol, dengan mudah hal itu terbuang sia-sia. Selain itu, lini pertahanan justru kerap mudah ditembus lawan yang berujung gol dan akhirnya kalah 1-3.

Bukan hanya kekalahan demi kekalahan yang bikin tim besutan McMenemy memprihatinkan. Performa para pemain yang serba minimalis membuat semakin miris.

Saat memiliki peluang gol, dengan mudah hal itu terbuang sia-sia. Selain itu, lini pertahanan justru kerap mudah ditembus lawan yang berujung gol dan akhirnya kalah 1-3.

Bukan hanya kekalahan demi kekalahan yang bikin tim besutan McMenemy memprihatinkan. Performa para pemain yang serba minimalis membuat semakin miris.

Timnas Indonesia sudah kebobolan 14 gol.

Organisasi permainan mulai dari lini belakang hingga depan berantakan. Di sektor pertahanan, Garuda sangat rapuh.

Lihat saja catatan kemasukan Merah Putih yang sudah mencapai angka 14 gol dalam empat pertandingan di Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tak ada koordinasi yang mulus di barisan belakang dalam membendung serangan-serangan lawan. Bek-bek pilihan McMenemy di lini pertahanan seolah kehilangan wibawa.

Sektor tengah yang dimotori Evan Dimas juga tak berjalan dengan baik untuk menjadi penghubung lini belakang ke depan. Peran para gelandang dalam menjaga keseimbangan permainan tak berjalan baik.

Lini depan juga bisa dibilang tumpul. Para winger macam Andik Vermansah yang sebelumnya disebut-sebut sangat cepat, nyatanya kalah ganas dari para pemain sayap Thailand maupun Malaysia.

Keberadaan para penyerang seperti Stefano Lilipaly dan Beto Goncalves juga tak menambah daya gedor di lini depan.

Simon sebenarnya dikenal sebagai pelatih yang cukup taktis baik ketika menangani timnas Filipina maupun kala membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.Salah satu karakteristik strateginya adalah permainan yang sangat agresif, namun juga tangguh di lini belakang.

Persoalannya, ciri khas racikan strategi McMenemy nyaris tak tampak di skuat Garuda. Pola permainan seperti tak terbentuk.

Penajaman pola tidak kelihatan. Bisa jadi McMenemy terlalu rumit dalam menerapkan strategi permainan.

Lagi-lagi, organisasi permainan tetap berantakan. Satu-satunya yang paling rapi tampaknya barisan pemain cadangan. Duduk rapi di bench pemain.
 

Beberapa peluang Timnas Indonesia juga dengan mudah terbuang.Beberapa peluang Timnas Indonesia juga dengan mudah terbuang. (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

Dalam tiap pertandingan yang dimainkan, mungkin permainan Indonesia masih terlihat cukup terorganisasi ada di babak pertama. Memasuki babak kedua, skema bermain makin tidak jelas.

Garuda benar-benar kehabisan bensin. Stamina terkuras. Para pemain seolah kehilangan ide untuk melakukan menjalankan strategi Simon karena faktor stamina habis.

Padahal, para pemain sudah mendapatkan jeda beberapa hari tidak dimainkan klub sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia. Namun, kendala stamina para penggawa Merah Putih masih menjadi masalah.

Bukan hanya soal stamina, persoalan lainnya adalah pemahaman taktik para pemain dalam menerapkan instruksi McMenemy. Kebuntuan itu yang membuat permainan Garuda amburadul.

Apakah karena McMenemy terlalu rumit dalam menerapkan strategi yang bisa dipahami pemain?

Pertanyaan itu sejatinya tidak relevan jika melihat pengalaman McMenemy di Indonesia. Dia seharusnya bisa lebih mengenal karakter para pemain Indonesia karena sudah cukup lama berkarier di sini.(Jft/CNN)

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...