Real Madrid Gugur, Copa del Rey Masih Terkutuk bagi Zinedine Zidane

KONFRONTASI -   Gugurnya Real Madrid di Copa del Rey seolah jadi penegas bukti kompetisi ini masih diliputi kutukan buat pelatih Los Blancos, Zinedine Zidane.

Real Madrid tersingkir di babak perempat final Copa del Rey 2019-2020 setelah dipermalukan Real Sociedad, Kamis (6/2/2020) atau Jumat dini hari WIB.

Bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos dihajar dengan skor 3-4 melalui pertandingan sengit.

Madrid bahkan sempat tertinggal 1-4 pada menit ke-70 sebelum Rodrygo dan Nacho menipiskan defisit lewat dua gol tambahan.

Hasil ini membuat Real Madrid batal melenggang ke semifinal.

Bagi Zidane, inilah ketiga kalinya langkah Los Blancos asuhannya terhenti di perempat final Copa del Rey secara beruntun.

Walau bergelimang gelar sebagai pemain dan pelatih Real Madrid, juara Copa del Rey merupakan prestasi yang belum pernah dirasakan Zidane sepanjang karier.

 

Pemain Real Sociedad merayakan gol ke gawang Real Madrid di laga Copa del Rey di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 6 Februari 2020.
TWITTER.COM/GOAL
Pemain Real Sociedad merayakan gol ke gawang Real Madrid di laga Copa del Rey di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, 6 Februari 2020.

Sebagai pemain, Zidane ikut meraih 6 gelar juara, yakni Liga Spanyol, Piala Super Spanyol (2), Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Interkontinental.

 
 

Setelah menjadi pelatih, tangan emasnya bertuah kembali dengan membawa Madrid mengemas 10 trofi.

Paling akbar jelas hattrick juara Liga Champions, sepasang trofi Piala Super Spanyol, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Klub, serta satu titel Liga Spanyol.

4 - Real Madrid have conceded four goals in a single game in all competitions for the first time under Zinedine Zidane. All-in#CopaDelRey #RealMadrid #RealSociedad pic.twitter.com/CXv0xpGV0W

— OptaJose (@OptaJose) February 6, 2020

Terasa ada yang kurang dari deretan gelar prestisius tersebut?

Ya, percaya atau tidak, Zidane ternyata belum pernah mencicipi gelar Copa del Rey.

Sebagai pemain, pencapaian terbaiknya adalah menjejaki final pada 2002 dan 2004, seperti dikutip BolaSport.com dari Marca.

Kinerjanya sebagai pelatih lebih buruk. Pada 2015-2016 dan 2018-2019, Zidane tiba di Real Madrid saat klub sudah tereliminasi dari Copa del Rey.

Sementara itu, pada musim 2016-2017, Madrid gugur di tangan Celta Vigo.

Leganes bikin kejutan lebih dahsyat dengan mendepak Los Blancos di musim 2017-2018, dua-duanya pada fase perempat final.

Musim ini, ibarat kutukan berlanjut, Madrid terdepak di tahap yang sama oleh Real Sociedad!(Jft/BolaSport)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA