22 November 2019

Neymar, Manajemen Barca Bosan dengan Gaya Hidup Playboy Brasil

KONFRONTASI -  Bintang Barcelona Neymar bisa diatur untuk pindah ke Paris Saint-Germain. Pemain asal Brasil itu tidak mungkin keluar dari bayang-bayang Lionel Messi di Nou Camp.

Neymar pun menjadi sorotan di Parc des Princes. Dia diyakini akan lebih bersinar jika gabung PSG. Klub kaya raya itu pun berani membelinya seharga 196 juta poundsterling.

Tapi, kelakuan Neymar yang dikenal sebagai playboy bisa juga senasib dengan seniornya, Ronaldinho. Barcelona marah dengan Neymar ketika keluar malam bersama Lewis Hamilton dan Justin Bieber. Kehidupan sosialnya bisa memotong kariernya.

Disatu sisi, Barcelona bisa menggunakan biaya 196 juta poundsterling untuk mengejar Marco Verratti dan Kylian Mbappe.

Ini akan menjadi transfer sepakbola Eropa yang paling menakjubkan sejak Real Madrid menyambar Luis Figo pada tahun 2000, dan sekali lagi Barcelona akan menjadi korbannya.

"Saya tidak berpikir itu akan terjadi," kata sekretaris teknis Barcelona Robert Fernandez saat ditanya apakah sebuah klub akan memenuhi klausul buy-out Neymar 222 juta euro (£ 196 juta).

Jika itu dibisikan kepada ketua PSG Nasser al-Khelaifi, tantangan tersebut bakal dihadapinya. Terlebih PSG berambisi menjuarai Liga Champions. Pun musim lalu disalip Monaco di Ligue 1.

Neymar yang menghentikan PSG maju di Liga Champions musim lalu. Dia membintangi kemenangan agregat 6-5 yang luar biasa dengan tendangan bebas brilian, penalti dan assist untuk gol kemenangan ke-95 dalam tujuh menit sensasional.

Sepertinya dia bergerak maju dari Messi sebagai pemain Barcelona yang paling penting. Tapi mahkota itu tidak diturunkan.

Neymar diusir dari lapangan dalam kekalahan 2-0 dari Malaga beberapa minggu kemudian. Dia dengan sarkastis bertepuk tangan pejabat keempat saat berjalan keluar lapangan. Neymar pun diskorsing dan melewatkan Clasico dua minggu kemudian.

Tapi, Barcelona tetap  mengalahkan Real Madrid tanpa Neymar berkat kemenangan Messi. Namun satu lagi pengingat tentang siapa yang menjadi No 1 di Nou Camp dan betapa sulitnya bagi Neymar untuk menyusulnya.

Musim Neymar kian memudar di Barcelona menyusul kelakuannya yang doyan glamor. Dia pergi berpesta dengan Lewis Hamilton pada malam kemenangan 6-1 atas PSG. Dia mendapat izin tapi empat hari setelah perayaan dengan pembalap Formula 1 Inggris, dia kehilangan laga saat kekalahan Barcelona ke Deportivo karena cedera.

Pertandingan itu juga bertepatan dengan ulang tahun adik perempuan Neymar Rafaella dan ditunjukkan bahwa ini adalah tahun ketiga di Barcelona.

Selain ikatan dengan Hamilton ia juga berteman dengan penyanyi asal Kanada Justin Bieber. Mereka sering berkunjung ke London.

Dan di akhir musim saat pertandingan latihan dengan asisten pelatih Barcelona Carles Unzue, diklaim bahwa Unzue memperingatkan Neymar untuk tidak berakhir seperti pemain Barca Brasil lainnya, Ronaldinho, yang kehidupan sosialnya yang produktif akhirnya mengurangi kariernya.

Neymar dipandang sebagai pemain sepak bola playboy dan bukan pemimpin tim. Dia terlihat lebih dari senang bersama Messi dan Luis Suarez di lapangan latihan. Ketiganya sama sekali tidak terpisahkan dalam latihan karena mereka efektif dalam pertandingan. Tapi tidak akan ada kekurangan teman Brasil yang menunggunya di Paris.

PSG melemparkan diri mereka sepenuh hati kepada Dani Alves, komptariot Neymar di Brasil yang baru bergabung dari Juventus. Dia bisa memancing Neymar ke Paris.

Orang-orang di Barcelona akan menolak pembicaraan kepindahan Neymar karena hanya alasan sepak bola. Bagaimana bisa bermain setiap minggu di Liga Prancis di depan 48.000 penonton dibanding Clasico yang disaksikan 99.000 orang di stadion.(Juft/Topskor)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...