Bertandang ke Arsenal, Ranieri: Tekanan Ada di Kubu Tuan Rumah

Konfrontasi - Pelatih Leicester City, Claudio Ranieri menepis anggapan bahwa timnya yang duduk di pucuk klasemen Liga Utama Inggris dalam kondisi tertekan untuk menghadapi tim tangguh Arsenal pada Minggu (14/2/2016) wib.

Leicester unggul lima poin dari Arsenal dan Tottenham usai mengalahkan Manchester City 3-1 akhir pekan lalu sehingga difavoritkan sebagai juara Liga Utama Inggris oleh sejumlah pihak di Inggris.

Klub berjuluk The Foxes pun berpeluang unggul delapan poin jika berhasil mengalahkan Arsenal di Stadion Emirates sehingga Ranieri mengatakan status baru sebagai tim teratas adalah hal yang harus dinikmati.

"Tekanan ada di tim lain, bukan kami," kata Claudio Ranieri di lansir dari AFP pada konferensi pers prapertandingan, Sabtu (13/2/2016).

Ranieri menyebutkan biaya yang dihabiskan klubnya lebih kecil dari Arsenal sehingga The Gunners akan merasa lebih tertekan untuk memenangkan laga.

"Uang dan kesenjangan yang besar? Tekanan pada kami lebih kecil, Arsenal punya lebih tertekan karena menghabiskan banyak uang," katanya. 

"Katakan mengapa saya harus tertekan? Kami terus bermimpi bersama fans. Kami harap tidak ada yang membangunkannya," jelas mantan pelatih Juventus itu.

Ranieri pun semakin termotiovasi untuk menghadirkan kemenangan pertama di kandang Arsenal sejak September 1973.

Leicester muncul sebagai saingan berat yang meruntuhkan harapan besar Manchester City dan Arsenal di mana kedua pelatihnya Manuel Pellegrini dan Arsene Wenger pernah sesumbar mengatakan timnya favorit juara. 

Manchester City dan Arsenal terus berlomba di berbagai kompetisi, sementara Leicester hanya berkonsentrasi di liga. Kendati demikian, pelatih Arsenal Arsene Wenger menilai bahwa kurangnya tantangan akan menjadi hambatan dalam sebuah tim.

"Waktu untuk berpikir akan menjadi kerugian jika Anda tidak berpikir positif dengan tekanan yang ada," kata dia.

"Memang benar, kadang-kadang kurangnya waktu yang harus anda tunggu untuk pertandingan berikutnya, semakin baik," tuturnya.

"Saya percaya mereka masih dalam posisi di mana mereka pikir tidak akan merugi. Tapi begitu Anda berada di puncak klasemen, Anda juga dapat berpikir akan kehilangan sesuatu yang dimiliki," katanya.

"Itu adalah di mana rasa gugup akan datang perlahan. Saya tidak tahu bagaimana mereka akan menanggapi itu," jelas Wenger. (ant/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA