19 August 2019

Adrian Tampil Gemilang, Liverpool Juara Piala Super Eropa

KONFRONTASI - Liverpool berhasil mendapat trofi perdananya musim ini setelah mengalahkan Chelsea pada ajang Piala Super Eropa 2019 lewat adu penalti.

Pertandingan berakhir dengan skor 2-2 dan The Reds terbukti terlalu tangguh bagi The Blues pada ajang adu tos-tosan.

Liverpool layak berterima kasih kepada kiper baru mereka, Adrian. Pada babak adu penalti, kiper 32 tahun itu berhasil menggagalkan tendangan penalti Tammy Abraham.

Pertandingan berjalan terbuka sejak peluit awal dibunyikan. Terbukti Liverpool telah mendapat peluang pada menit kelima lewat salto Sadio Mane, namun tembakannya masih membentur Andreas Christensen. Bahkan sekilas mengenai tangan bek Chelsea itu, tapi wasit bergeming.

Mohamed Salah hampir membawa The Reds unggul. Tapi tembakannya pada menit ke-14 memanfaatkan umpan Alex Oxlade-Chamberlain masih bisa dibendung Kepa Arrizabalaga.

Setelah beberapa menit, Chelsea akhirnya bisa keluar dari tekanan. Bahkan The Blues nyaris unggul andai sepakan Pedro tidak membentur mistar pada menit ke-22.

Mane kembali mendapat peluang pada menit ke-30. Tapi tandukannya memanfaatkan sepak pojok masih lemah dan bisa diselamatkan Kepa.

Chelsea berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-36. Umpan terobosan Christian Pulisic melewati pemain bertahan Liverpool dan Olivier Giroud mampu melepaskan tembakan yang tidak bisa dihalau Adrian.

The Blues bahkan berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-40. Tapi, sepakan Pulisic memanfaatkan umpan Emerson dianulir wasit karena pemain asal AS itu dianggap telah berada dalam posisi offside.

Kedua tim mencoba memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk mencari gol tambahan. Namun hingga turun minum skor 1-0 tetap bertahan.

Pada babak kedua Liverpool melakukan perubahan dengan mengganti Chamberlain dengan Roberto Firmino. Hasilnya terbukti ampuh.

Baru dua menit berada di lapangan, Firmino langsung memberikan kontribusi. Bola muntah hasil sepakannya berhasil disambar Mane untuk menjadikan skor imbang 1-1.

Kedua tim bermain dengan tempo tinggi. Jual beli serangan pun tak terhindarkan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat gol urung tercipta.

Kepa melakukan penyelamatan gemilang pada menit ke-75 untuk menghalau peluang Salah. Bola muntah yang disambar Virgil van Dijk kembali ditepis Kepa dan mengenai mistar gawang sebelum Tammy Abraham menyapu bola.

Mason Mount berhasil membawa Chelsea unggul di menit ke-83. Tapi, golnya dianulir oleh wasit karena ia berada dalam posisi offside ketika menerima umpan terobosan Jorginho.

Hingga laga usai, skor 1-1 tetap bertahan. Pertandingan pun berlanjut ke babak tambahan.

Peluang pertama pada babak tambahan didapat Liverpool pada menit ke-92. Namun, sepakan Joe Gomez masih bisa diamankan Kepa.

The Reds akhirnya unggul pada menit ke-95. Mane memaksa Kepa memungut bola dari gawangnya setelah tembakannya memanfaatkan umpan tarik Firmino menghujam gawang Chelsea.

Abraham hampir menyamakan kedudukan bagi Chelsea pada menit ke-98, namun tembakannya berhasil dibendung Adrian. Tapi ia membayar kesalahannya dengan memenangkan penalti setelah dirinya dilanggar Adrian semenit kemudian.

Jorginho yang ditunjuk sebagai algojo menunaikan tugasnya dengan baik. Ia menempatkan bola di sisi kanan, sedangkan Adrian melompat ke arah sebaliknya.

Chelsea nyaris unggul pada menit ke-113 lewat tembakan Mount, tapi Adrian melakukan penyelamatan gemilang. Peluang Pedro semenit kemudian masih menyamping tipis dari gawang Adrian.

Kedua tim masih terus mencoba mencari gol tambahan, namun serangan yang dibangun kerap kandas di tengah jalan. Akhirnya skor 2-2 tetap bertaha hingga babak tambahan usai dan laga harus dilanjutkan ke babak adu penalti.

Pada babak adu penalti, Liverpool berhasil keluar sebagai pemenang. Lima penendang mereka sukses menjalankan tugasnya, sedangkan eksekusi penendang terakhir Chelsea mampu digagalkan Adrian.[ian/MI]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...