25 September 2018

Yusri Usman: Inalum Belum Pasti Kuasai 51 Persen Saham Freeport?

KONFRONTASI - Pemerintah harus mewaspadai dan hati-hati terhadap rencana pihak frepport dalam pemberian 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PT FI) kepada pemerintah indonesia.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman dalam siaran persnya yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

"Kalau melihat rilis resmi oleh PT FI dgn Inalum hari ini masih terlihat tidak ada kepastian kapan PT Inalum bisa meguasai saham 51 %  , malah lebih terkesan hanya kepentingan  kepastian PT FI bisa beroperasi sd 2041,” katanya

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengalaman selama ini bahwa  PT FI selalu tidak menepati janjinya , baik soal divestasi yg sdh tercantum di pasal 24 Kontrak Karya thn 1997 , maupun terkait jaminan kesungguhan membangun smelter dgn menyetorkan 5 % dari nilai smelter pada juli 2014 sebagai syarat KESDM akan merekomendasi ekspor konsentrat.

“Sehingga Pemerintah yang diwakili Kementerian ESDM tidak dengan mudahnya cepat memberikan status IUPK sd 2041 sebelum PT FI benar dan nyata merealisasikan divestasi saham mencapai 51% kepada PT Inalum Indonesia,” ujar Yusri.

Sebelumnya PT FI menyampaikan dalam rilisnya, bahwa Pemerintah Indonesia bersama Freeport-McMoRan Inc. (NYSE:FCX), perusahaan induk dari PT Freeport Indonesia, telah menyepakati Heads of Agreement (kesepakatan pokok) terkait proses peralihan sebagian kepemilikan saham PT Freeport Indonesia.

Kesepakatan tersebut adalah bagian dari proses yang memungkinkan Pemerintah untuk memiliki 51% saham PT Freeport Indonesia.

Kedua perusahaan yang akan menjadi pemegang saham PT Freeport Indonesia, yaitu PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Freeport-McMoRan Inc. telah sepakat untuk melanjutkan program jangka panjang yang telah dan tengah dijalankan oleh PT Freeport Indonesia.

Sebagai entitas bisnis Indonesia, PT Freeport Indonesia meyakini bahwa kesepakatan pokok tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak.

Dalam kesepakatan ini, para pihak menyepakati keberlangsungan operasi PT Freeport Indonesia hingga tahun 2041 dengan mekanisme yang akan didetailkan lebih lanjut. Tercapainya kesepakatan ini akan menguatkan kemitraan yang telah terjalin antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan Inc. selaku pemegang saham PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia meyakini bahwa perpanjangan izin operasi akan memberikan jaminan bagi investasi bernilai miliaran dolar dan memberikan kepastian bagi seluruh pemegang saham PT Freeport Indonesia, karyawan, masyarakat Papua, pemasok dan kontraktor, serta seluruh pemangku kepentingan.[ian]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...