10 April 2020

Wah, Wapres JK Minta Kesalahan Kebijakan Tak Dianggap Korupsi

KONFRONTASI - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta agar kesalahan dalam pengambilan kebijakan tidak dikategorikan sebagai tindakan korupsi. Sehingga tak perlu dimasukkan dalam tuntutan dalam kasus korupsi.

"Saya harapkan agar kebijakan, diskresi tidak menjadi bagian untuk menjadi pemeriksaan atau tuntutan," kata Kalla di acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi  2014 di Balai Kartini, Jakarta, Selasa 2 Desember 2014.

Sebab, kata dia, jika kebijakan itu menjadi bagian dari tuntutan maka tidak ada lagi orang yang berani mengambil kebijakan. Jika itu terus terjadi maka negeri ini akan mengalami kesulitan. Saat ini, kata Kalla, banyak sekali ketakutan pada level birokrat seperti gubernur, dirjen hingga menteri untuk melakukan kebijakan.

"Semua takut untuk berbuat sesuatu karena setiap kebijakan harus tanya pada eselon I, deputinya baru mau tandatangan. Itupun ada tulisan harus sesuai aturan dan yang terkait macam-macam," kata Kalla.

Jika itu terus terjadi, kata Kalla, lama kelamaan KPK bisa menyelamatkan uang negara tetapi menyebabkan pertumbuhan ekonomi terus menurun.

"Jadi kombinasi pencegahan dan penindakan tetap ada, tetapi keberanian menjalankan amanah dan kewenangan itu menjadi harus dilaksanakan oleh birokrat dan pemerintahan," ujarnya. 

Jika tak ada kebijakan yang berjalan, maka makin banyak orang yang mengalami kesulitan. Sehingga korupsi justru akan semakin berkembang.

"Saya sebagai wakil presiden sangat frustasi melihat bagaimana birokrasi tidak berjalan sesuai apa yang diharapkan," kata dia.

Jusuf Kalla berharap KPK, kejaksaan dan Kepolisian menghormati adanya kebijakan yang baik. Sebab, pada dasarnya,  KPK didirikan untuk kemakmuran bangsa, bukan untuk menghukum.

"Memang tidak semua kebijakan mempunyai hasil positif, ada juga kebijakan yang salah. Tetapi bukan berarti kebijakan itu harus dihukum. Apabila kesalahan kebijakan dihukum maka tidak ada yang berani mengambil kebijakan," katanya.[vvn/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...