Soal Telegram Polri, Rizal Ramli Salute pada SBY, RR: Mungkin karena Mas Jokowi Tidak Pernah Berjuang untuk Demokrasi ?

KONFRONTASI-Telegram Polri/Kapolri telah memicu kontroversi  dan disesalkan oleh masyarakat (civil society) karena menjadi isyarat kembalinya otoriterisme yang merusak, dan menodai demokrasi di Indonesia. Pandangan tokoh nasional Dr Rizal Ramli  (RR) mengingatkan soal bahaya otoriterisme ini dan menyampaikan salute-nya kepada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tanggap dan correct terkait bahaya otoriterisme akibat telegram Polri itu.

‘’Salute Mas SBYudhoyono.Kita dulu sama sama memperjuangkan transisi dari sistim otoriter ke demokrasi. ‘’Piye toh kok mau balik kembali ke sistim Otoriter. Jarum sudah berputar, kok mau balik lagi ? Mungkin karena Mas Jokowi tidak pernah berjuang utk demokrasi ?’’ kata RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

‘’Mas SBYudhoyono, ataukah karena di sekitar Mas Jokowi banyak Jendral-jendral otoriter yang mulai sak enak-enak dewe ?,’’ RR bertanya

‘’ Apakah para jenderal itu lupa sejarah dan lupa pengorbanan mahasiswa & kawan-kawan pro-demokrasi, dan impian rakyat akan kehidupan yg lebih baik ?,’’ imbuh RR, mantan demonstran ITB.

Salut Pada SBY, Rizal Ramli: Mungkin Mas Jokowi Tidak Pernah ...

RR merespon konstruktif atas sikap dan pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyesalkan terbitnya telegram Polri yang salah satu poinnya terkait penindakan hukum penghina presiden dan pejabat negara dalam situasi wabah virus corona (Covid-19).

RR Diapit SBY Dan Panglima TNI Di Perayaan HUT Jaya Suprana

SBY menyatakan poin dalam telegram Polri tersebut malah memicu persoalan baru. "Saya perhatikan beberapa hari terakhir ini justru ada situasi yang tak sepatutnya terjadi. Apa itu? Kembali terjadi ketegangan antara elemen masyarakat dengan para pejabat pemerintah, bahkan disertai dengan ancaman untuk "mempolisikan" warga kita yang salah bicara. Khususnya yang dianggap melakukan penghinaan kepada Presiden dan para pejabat negara," ujar SBY dalam tulisan artikelnya yang diunggah ke akun Facebook, Rabu, (8/4) siang.

(berbagai sumber)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA