25 June 2018

Selera Pasar, Terbuka Rahasia Kenapa Mobil Keluarga Laris di Indonesia

KONFRONTASI -  Setiap negara memiliki selera berbeda terhadap mobil. Di Malaysia misalnya, konsumen lebih memilih mobil perkotaan atau city car untuk menemani ragam aktivitas harian.

Sementara di Indonesia, mobil keluarga tujuh tempat duduk masih jadi pilihan utama. Termasuk digunakan untuk rutinitas harian. Hal itu terkait dengan filosofi masing-masing masyarakatnya.

"Pasar city car menurut kami masih belum berkembang. Selama masyarakat Indonesia masih punya filosofi 'mangan ora mangan asal kumpul', maka (mobil) seven-seater akan menjadi pilihan utama," kata Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor, di Jakarta.

 

Amel mengatakan, masyarakat di Malaysia memilih mobil dengan logika dan dipikirkan secara matang. Artinya, saat masyarakat beraktivitas dengan mobil hanya sendiri atau berdua, maka yang dibeli adalah kendaraan yang memang mendukung aktivitas seperti city car.

Sementara di Indonesia, kata Amelia, multi purpose vehicle (MPV) telah lama menjadi pilihan masyarakat. Hal ini karena masyarakat cenderung memilih mobil yang bisa mendukung jika sewaktu-waktu mengangkut anggota keluarga lain, ataupun membawa barang kebutuhan di dalam kabin.

"Sehingga di Malaysia city car jadi dominan, sementara di Indonesia belum. Di Indonesia mobil yang laku masih MPV. Kalau karakter di Indonesia berubah, city car jadi pilihan dan bertumbuh. Tentu saja kami (Daihatsu) akan mempertimbangkan bagaimana memfasilitasi perubahan ini nantinya," kata dia.

Jika menelisik data penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) sepanjang 2017 lalu, angka penjualan mobil perkotaan dan mobil keluarga tujuh penumpang memang sangat timpang.

Dari Januari hingga Desember 2017, city car mencatat penjualan total 32.047 unit. Sementara untuk low MPV saja sudah di angka total 253.808 unit dan MPV medium 84.311 unit. (Jft/Viva)

Category: 
Loading...