Rizal Ramli: ''Penguatan Rupiah itu hasil ‘Doping’ Pinjaman. Utang lagi, Utang lagi, Cerdasan Dikit Kek.''

KONFRONTASI- Pemerintah langsung tancap gas menarik utang pada awal 2020. Tak tangung-tanggung, jumlahnya mencapai Rp 63,3 triliun..
Alasannya Rupiah menguat terhadap dolar ($), padahal penguatan Rupiah itu akibat doping pinjaman..

''Penguatan Rupiah itu hasil ‘doping’ pinjaman. Utang lagi, utang lagi cerdasan dikit kek,'' kata Rizal Ramli, tokoh nasional. 

Ibaratnya, kalau dulu gali lobang tutup lobang, maka sekarang gali lobang tutup jurang karena lubangnya sudah terlalu besar.

Menurut  Rizal Ramli, ekonom senior itu, banyak cara untuk kurangi utang:  1) debt-swap dgn bonds lebih murah & tenor panjang, mumpung yield negatif; 2) Debt-to-Nature Swap: kurangi utang dengan konservasi; 3) asset securitization, 4) Naikkan tax ratio yang terendah 20 tahun . 5) tingkatksn pertumbuhan ekonomi.  ''Maka perlu kreatifitas para menteri ekuin,'' kata RR, Menko Ekuin era Presiden Gus Dur.

Ke 5 langkah itu pernah dilakukan RR 2000-2001: Utang berkurang $4,5 milyar, tax ratio naik 11,5%, export naik 2x, ekonomi bangkit dari -3 % jadi +4,5%, gaji PNS & ABRI naik 125% dalam 21 bulan. Pompa daya beli  masyarakat  menengah bawah, retail hidup, Dampaknya: GINI Index terendah. Kuncinya adalah inovasi & berpihak pada kepentingan rakyat,''kata RR, Mantan Menko Kemaritiman.

Para analis mencatat, selama Neoliberalisme terus diterapkan Menkeu Sri Mulyani, apalagi  dia model ahli ekonomi yang textbook thinking, maka bakal anjlok ekonomi Indonesia, utang meluap dan daya beli  rakyat tergerus, sementara pajak digenjot Sri Mul, disedot sampai kantong rakyat  peyot.

(gg)

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA