6 December 2019

Prabowo Pilih Ustad Abdul Somad, Rizal Ramli atau AHY? Simak Perbandingan Mereka: RR Terbaik

KONFRONTASI Di era krisis ekonomi sampai Pilpres 2019 nanti, di kubu Prabowo Subianto  ada tiga nama cawapres potensial yakni Ustad Abdul Somad (UAS), AHY (Agus H Yudhoyono) dan mantan Menko Ekuin/Menko Kemaritiman Dr Rizal Ramli (RR) sebagai sang underdog.  Di kubu Joko Widodo, cawapres yang mencuat adalah Puan Maharani, Muldoko dan Mahfud MD karena Jusuf Kalla sudah tak bisa maju lantaran sudah dua periode berkuasa sebagai Peng-Peng, penguasa- pengusaha.

Hasil gambar untuk rizal ramli prabowo rachmawaty

Mari kita bandingkan Ustad Abdul Somad vs Rhoma Irama dan Zainuddin MZ, da’i kondang sejuta umat. Hasilnya: Pertama, ternyata, baik RHoma Irama maupun Zainuddin MZ yang  sangar popular itu terbukti  hanya meraih suara kurang 3 %. Kedua, Dalam Debat Abdul Somad  akan habis oleh Jokowi dan Cawapresnya. Dalam Debat Pilpres, Abdul somad paling banter bikin ‘’geerrr atau gelak tawa’’ rakyat namun tak mampu memberi gagasan, jawaban dan argumentasi yang bernas dan tajam untuk mengalahkan Jokowi dan cawapresnya.

Hasil gambar untuk rizal ramli prabowo rachmawaty

Lalu, bagaimana dengan AHY? AHY kalah dalam Pilgub DKI, dan belum punya rekam jejak pengalaman di kekuasaan. Dalam survey AHY bisa mencapai 15-17% suara, namun dalam Debat Pilpres yang disaksikan lebih 150 juta rakyat kita, maka AHY bakal miskin gagasan social-politik, deficit gagasan ekonomi,  kalang kabut dan tak bisa menjawab karena tak kompeten, tak mengerti soal-soal ekonomi politik dll.

Bagaimana dengan Rizal Ramli (RR) sebagai Cawapres Prabowo? RR akan bawa suara Gus Durian, NU, Gontorian dan Muhamadiyah dan kalangan terpelajar serta kaum nasionalis cultural. Maka  peluang Prabowo-RR menang tetap terbuka lebar dan kubu Jokowi sudah sangat gentar !.

Hasil gambar untuk rizal ramli prabowo rachmawaty

Dalam Debat Pilpres 2019, Prabowo-RR  bakal jadi Kuda Hitam dan RR jadi kandidat Kejutan, berpeluang menang. Dalam Debat Pilpres, kubu Prabowo-RR  bakal unggul di wilayah ekonomi-politik dan social serta hankam, dan apalagi  meminjam pandangan pakar politik Eep Saefuloh Fatah, dengan kapasitas dan integritas dan rekam jejaknya maka  RR mampu menarik swing voters 25-30% yang belum memberi pilihan (massa mengambang), membawa minimum 10% voter (pemilih)  dan RR punya kapasitas dahsyat untuk menyelesaikan masalah (trouble shooters) baik masalah ekonomi-politik dan sosial-hukum menyangkut korupsi, krisis ekonomi, penyelundupan, pemborosan, pelarian modal ke luar negeri dan radikalisme-terorisme serta Narkoba/Human Traficking.  RR sudah teruji, mumpuni dan tipe Petarung yang bisa melindungi Prabowo dari serangan black campaign dan serangan gelap lainnya.

Rizal Ramli telah "nyantri" di Pesantren Pondok Gontor dan anak asuh politik Gus Dur Pesantren Tebu Ireng Jombang, meski dalam waktu yang tidak lama.. KH Hasan Abdullah Sahal, sang sesepuh dan pemimpin Pondok Gontor berhujah: Rizal adalah keluarga besar Pondok Gontor, berjuanglah demi negara, ummat dan bangsa yang menderita.''

''Pondok Gontor lama  di Tegalsari dan  Gontor baru di Ponorogo merupakan proses sejarah yang  panjang, dan kita butuh penelitian mendalam kaitan historis-mistis-spiritualis dan ideologis tentang Pondok Gontor lama dan baru dalam hubungan dan pertaliannya dengan pendiri NU KH Hasyim Asyari, Wahid Hasyim, Idham Chalid, Gus Dur, Nurcholish Madjid  sampai Habibie/Ainun, Emha Ainun Najib, Yudi Latif  dan Rizal Ramli yang semasa muda nyantri singkat di pesantren ini,'' kata  KH Abu Darda dan KH. Hariyanto Abdul Jalal, dua ulama pengasuh Gontor itu.

Kemarin, Presiden Jokowi yang mulai tak percaya diri akibat gagal ekonomi, meminta para relawan harus berani berkelahi jika ada yang menantang berduel terutama dari lawan politik. “Kalau diajak berantem juga berani,” kata Presiden Jokowi dalam pidatonya di SICC, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (4/8).

Jangan lupa, kata politikus Demokrat,  dalam sejarah pertama kalinya seorang presiden Indonesia bernama Joko Widodo (Jokowi) meminta pendukungnya berkelahi melawan lawan politiknya. “Dalam sejarah Republik ini, @Jokowi mungkin Presiden pertama yang menyerukan jangan takut berkelahi fisik,” kata politikus Demokrat Rachlan Nashidik di akun Twitter-nya

Hasil gambar untuk rizal ramli ahy

Permintaan Jokowi kepada relawan untuk berkelahi konteksnya bukan imprealisme atau kolonialisme. “Tapi Pemilihan Presiden 2019. Melawan pendukung paslon lain yang notabene bangsanya sendiri. Serem.. Sekerdil itu,” tegas Rachlan. (sumber2/KCM/konf)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...