Pemerintah Data WNI Eks Kombater ISIS Cegah Masuk Secara Illegal, Awasi Jalur TIkus

Konfrontasi - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI Donny Gahral Adian mengatakan, pemerintah terus melakukan pendataan terhadap Foreign Terorists Fighter (FTF) atau mantan kombatan ISIS asal Indonesia. Menurut dia, pendataan itu dilakukan oleh BNPT untuk memperoleh jumlah yang pasti.

"Sedang didata. Tetapi itu yang megang adalah BNPT. Artinya kalau kita mau mengetahui persisnya kita harus bicara dulu ke BNPT," kata Donny dalam sebuah diskusi di bilangan Jakarta Pusat, Sabtu (7/32020).

Menurut dia, pendataan ini penting, lantaran bisa mencegah mereka masuk secara ilegal. "Untuk mencegah agar tidak ada mereka yang masuk secara ilegal atau mereka masuk secara tertutup. Kita semua tutup pintu-pintu perbatasan kita supaya mereka tidak bisa masuk ke wilayah NKRI," jelas Donny.

Selain itu, masih kata dia, data ini untuk memetakan jaringan yang dipunya oleh para kombatan.

"Data juga sangat penting untuk memetakan jaringan mereka. Siapa tahu mereka punya jaringan-jaringan dalam negeri, di mana mereka terindikasi dan akhirnya bisa memicu sebuah aksi atau tindakan yang membahayakan keselamatan kita," ungkap Donny.

Jalur Tikus

Sementara itu, mantan Napiter, Haris Amir Falah mengatakan, para kombatan tersebut keluar Indonesia melalui jalur tikus. Maka kemungkinan besar jika ingin kembali akan menggunakan jalur tersebut.

"Mereka keluar dari Indonesia melalui jalur tikus, artinya pulang kemungkinan seperti itu," pungkasnya. (mrdk/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA