29 February 2020

Menteri Yasonna Rasis, Minta Maaflah ke Warga Priok

KONFRONTASI-Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly diminta untuk meminta maaf kepada warga Tanjung Priok atas ucapannya yang dinilai mendiskreditkan warga Tanjung Priok.

Penegasan itu disampaikan Politisi Partai Nasdem Dapil Jakarta Utara Sahroni dilansir RMOL, Rabu (22/1).

"Minta maaf aja ama warga Priok," tegasnya.

Sahroni menilai, ucapan Menteri asal PDI Perjuangan itu sangat rasis dan memicu kemarahan warga Tanjung Priok lantaran menyebut warga Priok terkenal keras dan berbeda dengan warga Menteng.

"Rasis. Mulutmu harimaumu. Dan ya sayang aja seorang sekelas dia (Yasonna) profesor pula," sesal Sahroni.

Sekadar informasi, sejak siang tadi Gedung Kemenkumham digeruduk oleh ratusan warga Tanjung Priok menuntut Menkumham Yasonna untuk meminta maaf. Terkait hal ini, Sahroni pun sepakat bahwa harus ada permintaan maaf dari Yasonna Laoly.

"Dan dalam menyampaikan aspirasi anak-anak (Priok) juga santun, baik. Permintaan maaf aja. Tidak lebih dari itu," tandasnya.

Sebelumnya, Yasonna Laoly menyebut sumber kemiskinan itu adalah tindakkan kriminal. Ia mencontohkan dua daerah dengan lokus kriminal yang berbanding terbalik yakni Tanjung Priok dan Menteng.

"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," kata Yasonna di acara 'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1). (mr/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...