22 September 2019

Menteri Basuki Sebut Biaya Bangun Istana Presiden di Papua Mahal

KONFRONTASI-Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih menghitung mengenai besaran anggaran yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana pembangunan istana Kepresidenan di Papua. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyakini, dibutuhkan anggaran yang sangat besar mengingat harga tanah dan bahan bangunan di Papua sangat mahal. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dana yang diperlukan untuk membangun bangunan di Papua per meter perseginya bisa dua kali lipat dari di DKI Jakarta. Hal ini dikarenakan harga bahan bangunan dan biaya jasa tukang di Papua mahal.

"Harga satuan per meter persegi bangunan itu mahal. Kalau di sini kaya gini bisa Rp6-8 juta. Nah di sana bisa dua kali lipat harga satuan per meter persegi," ujar Basuki di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Dia menyontohkan, misalnya dalam program program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumahnya PUPR, umumnya seharga Rp25-30 juta per meter persegi. Namun, jumlah dana tersebut akan berbeda dengan di Papua yang bisa mencapai Rp100 juta per meter perseginya. 

"Bukan karena mark up, yang kaya harga-harga bangunan memang mahal, tukangnya juga mahal," katanya.

Menteri Basuki belum memastikan jumlah dana yang dianggarkan untuk pembangunan Istana Kepresidenan di Papua. Pasalnya besaran dana akan tergantung dengan desain bangunan. "Jadi kalau ditanya berapa ya tergantung nanti desain apalagi kalau untuk istana, kita hanya nunggu arahan," jelasnya.[mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...