24 July 2019

Korupsi Century, KPK Bakal Tangkap Wapres Boediono?

KONFRONTASI - Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas mengatakan masih terbuka peluang adanya penyelidikan baru terkait kasus dugaan korupsi pemberian FPJP dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Terbuka peluang untuk lidik baru, sambil tunggu inkracht-nya seperti apa nanti,” kata Busyro melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (22/7).

Terlepas itu, Busyro menilai vonis 10 tahun yang diberikan oleh majelis hakim terhadap Budi Mulya sudah sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK. "(vonis) ini juga pelajaran bagi pejabat manapun agar kapok dan insyaf," terangnya.

Terlepas itu, Busyro menyebutkan vonis hakim untuk BM sesuai dengan tuntutan Jaksa KPK yang menyebutkan ada dugaan keterlibatan pihak lain. Dia pun mengisyaratkan untuk menyeret pihak lain yang tersebut.

"Vonis itu jelas substansinya tentang delik penyertaan. Tipikal korupsi di negeri ini memang struktural dan sistemik," terang dia.

“Terhadap kasus jenis struktrural, KPK konsisten dengan standar strategi penuntutan dengan penyertaan apabila memang ada bukti sejumlah 'bromocorah politik' yang prasmanan harta negara,” tandasnya.

Dalam vonis terhadap Budi Mulya, Majelis Hakim menyebutkan jika Budi Mulya dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan sebagai perbuatan berlanjut sebagaimana dalam dakwaan primer.

Dalam dakwaan primer itu disebutkan, sejumlah nama seperti Boediono, Miranda Swaray Goeltom, dan Muliawan D Hadad, Ardhayadi, Siti Chalimah Fadjriyah, dan Raden Pardede turut terlibat dalam pemberian FPJP dan penetapan bank gagal berdampak sistemik.[ian/rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...