25 September 2018

Kejahatan Kerah Putih BLBI. Rizal Ramli: Aneh Draf BLBI Kok Dibuat Lehman Brothers

KONFRONTASI- Skandal Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) masih menyisakan banyak pertanyaan yang perlu diungkap ke publik.

Salah satu pertanyaan itu adalah keanehan yang dirasakan ekonom senior Dr Rizal Ramli tentang keberadaan Master Settlement and Acquisition Agreement (MSAA).

Kala itu, semua yang mendapat BLBI harus menandatangani MSAA. Tapi keanehan muncul saat draf yang ditandatangani itu ternyata dibuat oleh Lehman Brothers, sebuah perusahaan investasi bank yang memiliki banyak skandal, sehingga ditutup di Amerika Serikat pada tahun 2008.

“Ini kan aneh, Pemerintah Indonesia dengan obligor orang Indonesia kok perjanjian dalam bahasa Inggris? karena yang bikin Lehman Brothers bukan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional),” ujarnya dalam Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/7) malam.

Keanehan, sambungnya, kembali muncul saat Lehman Brother membuat Release dan Discharge (R&D). Sebab dalam penandatangan ini, pemilik telah meneken R&D sementara barang yang dimiliki belum diserahkan.

“Lehman Brother ngawur berat, barang belum diserahkan sudah dikasih R&D,” tukas Menteri Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid yang akrab disapa RR itu. Sejak krisis ekonomi di AS 2008, para petinggi Lehman Brothers diciduk dan dipenjara oleh pemerintah Amerika Serikat karena terlibat kejahatan kerah putih. Mereka elite kriminal kerah putih yang kena batunya.

Ekonom senior yang juga mantan Menko Ekuin era Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Rizal Ramli (RR) mengungkapkan kenapa kasus BLBI tidak juga tuntas hingga saat ini.

"Kenapa kasus BLBI dan kejahatan kerah putih lainnya seperti Century tidak pernah dibuka secara terang benderang? Karena elite yang merupakan oligarki ekonomi dan politik itu saling sandera, saling melindungi kejahatan yang mereka lakukan bersama-sama," ungkapnya  dalam diskusi 'Mega Skandal BLBI Perlukan Dibuka Kembali' di ILC TVone, Selasa (10/7).

Dia pun kembali menjelaskan peran kesalahan International Monetary Fund (IMF) saat mencampuri krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia 1997 silam, yang dibantu oleh para elite politik saat itu.

"Betul setiap langkah IMF merugikn rakyat Indonesa. Tetapi ironisnya di setiap tahap kesalahan IMF dalam policy (kebijakan) tadi, elite politik Indonesia justru mengambil kesempatan di dalam kesempitan," terang dia.

RR menambahkan, tak hanya kalangan pemangku kepentingan, bahkan di setiap level ada yang memanfaatkan krisis moneter Indinesia dengan menutupi kesalahan-kesalahan IMF untuk kepentingan pribadinya.

"Kita lagi krisis nih, IMF bikin blunder merugikan negara tapi di setiap level kesalahan itu ada yang main saja gitu lho, yang deket dengan elite kekuasaan," tandasnya. [fiq]

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...