19 February 2020

Kebodohan Para "Perokok"

Oleh: Emirza Nur Wicaksono  

 

 

Para perokok pasti nggak mau baca, karena rata-rata perokok itu Bodoh -- Nggak mau menambah pengetahuannya tentang bahaya-bahaya merokok. Setiap tulisan negatif tentang merokok, mereka langsung curiga dan mengklaim, bahwa penulis atau orang yang mengupload tulisan tersebut menghalang-halanginya untuk terus mencintai rokoknya. Yang penting mereka enjoy aja karena dasarnya perokok itu Memang Bodoh.

Saya beranikan tulis seperti ini, karena melarang orang merokok bukan pelanggaran HAM Kalau kita bicara yang satu ini, mungkin tidak ada habisnya dan sampai kapan para perokok ini akan sadar akan hal bodoh yang dilakukanya, sekalipun di bungkus rokok sendiri sudah ditulis Bahaya Rokok. Para PEROKOK memang sangat patut dikatakan orang yang "Bodoh". Mereka tak ubahnya sama seperti orang yang tidak bisa membaca atau bisa dikatakan "Buta Huruf". Mereka sudah tau bahaya rokok, namun mereka suka memutar balikan fakta dengan mengatakan merokok adalah simbol kejantanan dan banyak alasan lain.

Saya beranikan tulis seperti ini, karena melarang orang merokok bukan pelanggaran HAM Kalau kita bicara yang satu ini, mungkin tidak ada habisnya dan sampai kapan para perokok ini akan sadar akan hal bodoh yang dilakukanya, sekalipun di bungkus rokok sendiri sudah ditulis Bahaya Rokok. Para PEROKOK memang sangat patut dikatakan orang yang "Bodoh". Mereka tak ubahnya sama seperti orang yang tidak bisa membaca atau bisa dikatakan "Buta Huruf". Mereka sudah tau bahaya rokok, namun mereka suka memutar balikan fakta dengan mengatakan merokok adalah simbol kejantanan dan banyak alasan lain.
Sang perokok itu hanya jawab "Ya mau kamu merokok atau ga merokok, nanti kan sama-sama mati". Aku hanya membatin, apa ni orang tidak punya otak, atau fungsi otaknya sudah rusak gara-gara rokok? Kalau jawabnya begitu sama saja "YA NGAPAIN ELU LAHIR KALO BAKALAN ELU MATI JUGA" Halooo... Memang kalau kita bicara sama perokok jawabanya selalu tidak masuk akal mereka itu, ya mereka adalah orang yang mendzolimi dirinya sendiri, dan mereka adalah orang yang sangat tidak mensyukuri nikmat Tuhan yang diberikan ke kita, kalau mereka uda kena penyakit karena rokok baru ngeluh..
"Berobatnya mahal banget sih?, Pemerintah ga mau ngasih bantuan.. bla bla bla bla.." sampai mulutnya berbusa. Kadang aku ingin balikin omongan perokok yang sudah sakit itu, kemarin kenapa terus merokok? bukanya sudah dikasih label bahaya rokok di bungkusnya? Sekarang rasakan akibatnya. Itu adalah akibat yang kamu lakukan atas KEBODOHAN kamu sendiri. Walaupun nyandu, itu bisa dihentikan, mudah kok. KALAU ADA NIAT. Ada yang beralasan bahwa cukai dari rokok itu menyumbang negara. Ya menyumbang negara dengan uang haram, menurutku sih uang hasil penjualan rokok itu merupakan UANG HARAM.

Ya Uang haram, karena barang yang dijual tersebut menimbulkan mudharat buat orang banyak. Hanya orang yang bodoh dan berpikiran sempit yang berkata seperti itu. Jadi kalau memang pingin berkontribusi untuk negara ini, mulailah dari hal yang sangat kecil dulu. BERHENTI MEROKOK. Negara ga akan rugi kalau orang Indonesia ga merokok. Justru negara akan UNTUNG besar, karena bisa menurunkan angka kesakitan, dan manusia semakin bisa produktif karena si otak tidak tercemar benda laknat itu.

Kompetisi olahraga tanpa sponsor dari Rokok saya yakin akan maju juga. Gampang kok, ga usah takut juga kalau rokok itu langka, banyaak sekali solusi buat negara kita kalau pemerintah perlahan mengurangi kebebasan dari rokok dan mau dianalisa, penurunan penghasilan rokok ga bakal bikin negara bangkrut. Indonesia kan bukan negara miskin. Saya sudah coba analisa permasalahnya. Tembakau bisa kita olah selain rokok. contohnya sebagai pewangi, tidak perlu khawatir petani tembakau pada bangkrut.

Buruh pabrik rokokpun juga tidak perlu khawatir. Banyak solusi. Kalau kamu tidak ingin dikatakan BODOH, silakan BERHENTILAH MEROKOK. Karena orang yang MEROKOK. Masih mending orang yang TIDAK BISA MEMBACA, dari pada orang yang bisa membaca apalagi seorang yang intelektual atau berpendidikan dia merokok, itu sangat rendah sekali. Dia tidak bisa menggunakan kemampuan membacanya untuk mengindahkan tulisan peringatan yang ada pada bungkus ROKOK. Selamat Memperingati Hari Anti Tembakau Sedunia. Semoga populasi orang yang melakukan kebodohan dengan merokok itu berkurang.(Jft/KOMPASIANA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...