24 July 2019

Kasus Jual Beli Jabatan di Kemenag: Saksi Sebut Ada Keinginan Pimpinan

KONFRONTASI-Saksi Hasan Effendi, Anggota Panitia Seleksi Jabatan di Kementerian Agama, mengakui ada atensi khusus untuk Haris Hasanuddin, terdakwa suap jualbeli jabatan di Kemenag.

Hal itu disampaikan Hasan saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (26/6/2019).

"Sekjen bicara itu, ada keinginan pimpinan nama itu masuk. Menyebut namanya tidak vulgar. Ada kepentingan, yang dari Jatim itu masuk," kata Hasan menjawab pertanyaan jaksa.

Hasan mengaku tak tahu detail siapa pimpinan yang dimaksud Sekjen Kemenag.

Jaksa kemudian menanyakan bahwa diawal seleksi, selain ada sanksi, Haris juga tidak memenuhi nilai standar untuk mengisi posisi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Menjawab hal itu, Hasan mengaku sudah melakukan kewajibannya sebagai pansel jabatan di Kemenag.

"Itu sudah diawal kita sampaikan dari awal yang tidak memenuhi silahkan dikeluarkan. Saya tidak tahu nama itu muncul," ungkapnya.

Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, didakwa menyuap bekas Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) untuk mendapat jabatan di Kemenag.

Rommy diduga mempengaruhi Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin agar kedua terdakwa bisa mengisi posisi di Kemenag. Selain menjabat sebagai menteri, Lukman merupakan anak buah Rommy di PPP. [mr/inilah]

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...