19 September 2019

Jokowi Perintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur. Bagaimana kalau Tidak Laku? Bangkrut?

KONFRONTASI-  Presiden Joko Widodo memerintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur yang sudah rampung dibangun kepada swasta. "Saya sudah perintahkan kepada BUMN, kalau sudah membangun jalan tol, sudah jadi, segera dijual," ujar Jokowi di dalam acara Musrenbang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (Kompas,26/4/2017). Jokowi menyebut pola bisnis tersebut dengan sekuritisasi.

Pola itu dilakukan supaya BUMN mendapatkan dana segar untuk bisa membangun proyek infrastruktur lainnya dengan cepat. Jokowi mencontohkan sebuah proyek tol yang menghabiskan Rp 10 triliun. Setelah proyek rampung, BUMN menjual jalan tol itu kepada swasta dengan harga yang lebih tinggi. "Bangunnya Rp 10 triliun, jualnya Rp 30 triliun. Jadi bisa membangun lagi di tempat lain. Memang harus seperti itu," ujar Jokowi.

Namun  perintah Jokowi itu ditanggapi dingin oleh pasar dan swasta, bahkan proyek2 itu dikhawatirkan tidak laku dijual. Mengapa? Karena proyek jalan tol dll salah perhitungan dan mahal. ''Nampaknya tidak laku dijual dan ekonomi Jokowi bisa bangkrut dengan proyek infrastruktur  jalan tol yang salah perhitungan dan mahal itu, dan kalau tidak laku, maka jadi beban ekonomi rakyat, amat menyedihkan,'' kata Darmawan Sinayangsah, Direktur Freedom Foundation.

Kalau tak laku bagaimana? Bangkrutkah?''imbuhnya.

Terkait biaya investasi jalan tol, Jokowi juga meminta Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera "menjual" investasi yang sudah jadi untuk kemudian mendapat modal kerja dan bisa digunakan dalam proyek lainnya.

Presiden Joko Widodo memerintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur yang sudah rampung dibangun kepada swasta. "Saya sudah perintahkan kepada BUMN, kalau sudah membangun jalan tol, sudah jadi, segera dijual," ujar Jokowi di dalam acara Musrenbang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017). Jokowi menyebut pola bisnis tersebut dengan sekuritisasi. Pola itu dilakukan supaya BUMN mendapatkan dana segar untuk bisa membangun proyek infrastruktur lainnya dengan cepat. Jokowi mencontohkan sebuah proyek tol yang menghabiskan Rp 10 triliun. Setelah proyek rampung, BUMN menjual jalan tol itu kepada swasta dengan harga yang lebih tinggi. "Bangunnya Rp 10 triliun, jualnya Rp 30 triliun. Jadi bisa membangun lagi di tempat lain. Memang harus seperti itu," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Instruksikan BUMN Jual Infrastruktur ke Swasta", https://nasional.kompas.com/read/2017/04/26/14381591/jokowi.instruksikan.bumn.jual.infrastruktur.ke.swasta.
Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo memerintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur yang sudah rampung dibangun kepada swasta. "Saya sudah perintahkan kepada BUMN, kalau sudah membangun jalan tol, sudah jadi, segera dijual," ujar Jokowi di dalam acara Musrenbang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017). Jokowi menyebut pola bisnis tersebut dengan sekuritisasi. Pola itu dilakukan supaya BUMN mendapatkan dana segar untuk bisa membangun proyek infrastruktur lainnya dengan cepat. Jokowi mencontohkan sebuah proyek tol yang menghabiskan Rp 10 triliun. Setelah proyek rampung, BUMN menjual jalan tol itu kepada swasta dengan harga yang lebih tinggi. "Bangunnya Rp 10 triliun, jualnya Rp 30 triliun. Jadi bisa membangun lagi di tempat lain. Memang harus seperti itu," ujar Jokowi. (Baca: Jokowi Sindir Pembangunan Infrastruktur Daerah Hanya Kejar "Proyek") Jokowi mengatakan, kepemilikan proyek infrastruktur adalah pola bisnis kuno. "Dulu, BUMN kita itu senangnya memiliki. Kalau sudah bangun lalu jadi, harus dimiliki. Setiap bulan kita dapat income dari proyek itu. Itu sudah kuno," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Instruksikan BUMN Jual Infrastruktur ke Swasta", https://nasional.kompas.com/read/2017/04/26/14381591/jokowi.instruksikan.bumn.jual.infrastruktur.ke.swasta.
Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Presiden Joko Widodo memerintahkan BUMN untuk menjual proyek infrastrutktur yang sudah rampung dibangun kepada swasta. "Saya sudah perintahkan kepada BUMN, kalau sudah membangun jalan tol, sudah jadi, segera dijual," ujar Jokowi di dalam acara Musrenbang Nasional 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Rabu (26/4/2017). Jokowi menyebut pola bisnis tersebut dengan sekuritisasi. Pola itu dilakukan supaya BUMN mendapatkan dana segar untuk bisa membangun proyek infrastruktur lainnya dengan cepat. Jokowi mencontohkan sebuah proyek tol yang menghabiskan Rp 10 triliun. Setelah proyek rampung, BUMN menjual jalan tol itu kepada swasta dengan harga yang lebih tinggi. "Bangunnya Rp 10 triliun, jualnya Rp 30 triliun. Jadi bisa membangun lagi di tempat lain. Memang harus seperti itu," ujar Jokowi. (Baca: Jokowi Sindir Pembangunan Infrastruktur Daerah Hanya Kejar "Proyek") Jokowi mengatakan, kepemilikan proyek infrastruktur adalah pola bisnis kuno. "Dulu, BUMN kita itu senangnya memiliki. Kalau sudah bangun lalu jadi, harus dimiliki. Setiap bulan kita dapat income dari proyek itu. Itu sudah kuno," ujar Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jokowi Instruksikan BUMN Jual Infrastruktur ke Swasta", https://nasional.kompas.com/read/2017/04/26/14381591/jokowi.instruksikan.bumn.jual.infrastruktur.ke.swasta.
Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...