19 February 2020

Hakim Tunda Sidang Gugatan PPP Kubu Djan

KONFRONTASI - Sidang gugatan PPP kubu Djan Faridz terhadap Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan dan Menkumham Yasonna Laoly di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (29/3), ditunda lagi hingga 6 April 2016.

Ketua Majelis Hakim Baslin Sinaga kembali menunda sidang karena tergugat II, yakni Menkopolhukam tidak menghadiri sidang, meski sudah dipanggil.

Ia menuturkan pihaknya telah menerima surat kuasa dari Presiden Joko Widodo serta Menkumham Yasonna Laoly, tetapi surat kuasa Menkumham dianggap tidak sah karena tidak ditandatangani Menkumham langsung.

"Kami berikan waktu satu minggu untuk melengkapi surat kuasa dan memanggil Menkopolhukam," ujar Hakim Baslin Sinaga.

Hakim berharap kuasa hukum ketiganya akan menghadiri sidang selanjutnya agar perkara itu dapat segera diselesaikan karena waktu yang diberikan dari MA hanya lima bulan.

Sidang pertama gugatan PPP kubu Djan Faridz terhadap Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly digelar pada 15 Maret 2016 dan ditunda hingga 29 Maret 2016 karena tidak dihadiri pihak Menkopolhukam dan Menkumham, sedangkan Presiden diwakili oleh pihak dari Kementerian Sekretariat Negara.

Selanjutnya, Presiden sudah menyerahkan surat kuasa kepada Kejaksaan Agung sebagai kuasa hukum untuk menghadapi sidang gugatan ini.

Presiden, Menkopolhukam dan Menkumham digugat oleh PPP kubu Djan Faridz karena dianggap melakukan perbuatan melawan hukum.

Menkumham sebagai pelaksana dibawah pengawasan dan koordinasi Presiden serta Menkopolhukam digugat karena tidak mengesahkan kepengurusan Muktamar Jakarta sesuai Putusan MA Nomor 601/ 2015, melainkan mengesahkan kembali kepengurusan Muktamar Bandung.

Dalam tuntutannya, PPP meminta SK Menkumham tentang pengesahan kembali kepengurusan Muktamar Bandung dibatalkan dan menghukum pemerintah untuk mengesahkan kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta serta menuntut ganti rugi materil dan immateril sebesar Rp1 triliun. (rol/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...