Dorodjatun Kuntjorojakti Kembali Digarap KPK Terkait Skandal BLBI

KONFRONTASI - Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjorojakti kembali digarap KPK pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) sejumlah obligor penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

"Pak Dorodjatun diminta keterangan terkait penyelidikan SKL yang berkaitan dengan BLBI," kata Jurubicara KPK Johan Budi dalam keterangan pers di kantornya, Jalan Rasuna Said, Jakarta (Jumat, 12/12).

Menteri era pemerintahan Megawati Soekarnoputri itu sebelumnya sudah pernah diminta keterangannya terkait penyelidikan SKL ini. Dia kembali dipanggil karena pihak KPK masih membutuhkan sejumlah informasi.

"Kita sedang mendalami sejauhmana kewajiban obligor terkait pemenuhan SKL," terang Johan.

Dorodjatun diketahui memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan. Tidak diketahui kapan Dorodjatun tiba, namun dia terlihat keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 17.00 WIB sore tadi. Dorodjatun yang memakai jas warna hitam enggan berkomentar mengenai pemeriksaannya.

Dalam kasus BLBI, SKL menjadi dasar bagi Kejaksaan Agung untuk menghentikan penyidikan terhadap sejumlah pengutang. Salah satunya adalah pengusaha Sjamsul Nursalim, pemilik Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) penyidikannya distop pada Juli 2004. 

Tercatat beberapa nama konglomerat papan atas lainnya seperti The Nin King dan Bob Hasan yang telah mendapatkan SKL sekaligus release and discharge dari pemerintah.

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan, dari dana BLBI sebesar Rp 144,5 triliun yang dikucurkan kepada 48 bank umum nasional sebanyak Rp 138,4 triliun dinyatakan merugikan negara. Sedangkan dalam audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan terhadap 42 bank penerima ditemukan penyimpangan sebesar Rp 54,5 triliun. Sebanyak Rp 53,4 triliun merupakan penyimpangan berindikasi korupsi dan tindak pidana perbankan.[rm/ian]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA