23 July 2019

Darmin-Sri Mulyani Gagal, Bikin Jokowi Rusak dan Delegitimasi. Darmin-Sri Harus Diganti

KONFRONTASI-  Ekonomi rakyat makin terpuruk, dan legitimasi Jokowi tergerus sangat buruk. Kinerja tim perekonomian Presiden Jokowi  di bawah duet Menko Ekuin Darmin Nasution  dan Menkeu Sri Mulyani terbukti gagal, miskin terobosan dan terkesan business as usual. Akibatnya,  daya beli rakyat hancur, ekonomi terpuruk  berat, masalah kemiskinan tetap akut dan angka golongan miskin di Indonesia masih sangat besar.

Usaha kecil, UMKM dan koperasi hancur, rakyat  menunggu bom waktu untuk meledakkan kemarahan dan kekecewaannya. Maka reshuffle kabinet Jokowi jadi kunci untuk atasi masalah. Berbagai kalangan mengusulkan agar Presiden Jokowi merekrut kembali Rizal Ramli masuk kabinet gantikan Darmin Nasution agar harapan rakyat bersinar kembali.

Pengamat  ekonomi Nehemia Lawalata yang juga mantan Sekretaris Politik Prof Sumitro Djojohadikusumo menuturkan hal itu, Selasa malam. Menurutnya, upaya tim ekuin pemerintah terbukti gagal dalam hal penyediaan lapangan kerja, peningkatan produktivitas, mendorong aktivitas ekonomi guna menciptakan kesempatan kerja lebih luas, dan fokus menggenjot industri manufaktur yang didukung dengan perbaikan regulasi. ‘’Nyaris semuanya gagal,’’ katanya. Termasuk gagal dalam perluasan pelayanan dasar, penyelenggaraan perlindungan sosial yang komprehensif untuk memperbaiki efektivitas.

Menurut ekonom muda Gede Sandra MA, sinyal reshuffle kabinet makin jelas, apalagi Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya merasa belum puas dengan kinerja kabinetnya.

Kegagalan Darmin Nasution-Sri Mulyani perbaiki ekonomi sangat meresahkan Presiden Jokowi. Maka, isu perombakan (reshuffle) Kabinet Kerja rezim Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) semakin santer terdengar. ‘’Reshuffle harus dilakukan untuk perbaiki ekonomi dan Darmin-Sri Mulyani  harus diganti,’’ ujar Dosen FE UBK itu,

Sejauh ini ekonomi, ujarnya,  mengalami kontraksi dan pemotongan anggaran makin membuat ekonomi melemah. Sementara nilai tukar rupiah atas dolar AS yang melemah berdampak pada kemampuan perusahaan-perusahaan yang bahan bakunya berasal dari luar negeri. Dengan demikian, biaya untuk mengimpor bahan baku akan semakin mahal, dan akibatnya harga produk yang dihasilkan juga akan menjadi mahal.

Kemarin,  Jokowi melalui Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, mengungkapkan, bahwa memasuki tahun ketiga pemerintahan, Jokowi merasa masih banyak sektor yang harus diperbaiki. Dan salah satu yang menjadi perhatian Presiden adalah bidang ekonomi. Sebab, sektor ini memiliki dampak yang besar bagi masyarakat.

Akibat kegagalan Darmin-Sri Mulyani, tren tingkat kemiskinan cenderung meningkat dan kesenjangan ekonomi justru melebar. Jika pada tahun 2000, gini ratio masih 0,30, maka pada tahun 2016 angkanya mencapai 0,40. ‘’Hal ini jadi bukti bahwa kebijakan pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dinilai gagal,’’ ujar Nehemia. (jj)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...