20 July 2019

Darmin dan Sri Mulyani Kecewakan Presiden Jokowi, Lebih Baik Mundur

KONFRONTASI- Makin jelas bahwa penunjukan Menko Maritim Luhut B Panjaitan sebagai penanggung jawab sidang tahunan IMF-World Bank Oktober tahun ini di Bali,  memperlihatkan bahwa Darmin Nasution selaku Menko Perekonomian dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan telah mengecewakan Presiden Joko Widodo.

Kapasitas Darmin dan Sri Mulyani terbukti  sangat lembek, sempit dan textbook thinking, serba terbatas sehingga ekonomi Indonesia terus menurun.

Demikian pandangan dosen/peneliti ekonomi-politik Universitas Paramadina Herdi Sahrasad. ‘’Presiden Jokowi nampak kecewa dan menahan nafas diri melihat kiprah Darmin dan Sri Mulyani yang lembek dan tidak kreatif serta miskin terobosan,’’ kata Herdi Sahrasad, Jumat ini (10/3/27)

''Tidak ada terobosan, dan semuanya datar saja, malah ekonomi merosot,'' ujar Herdi, mantan visiting fellow di Monash University, Indiana University  dan UC Berkeley,AS itu.

Bagaimanapun, penunjukkan Luhut Panjaitan itu oleh Presiden sungguh diluar kelaziman pemerintahan dan menimbulkan spekulasi baru . Tidak lazim bahwa untuk menangani pertemuan ekonomi internasional bertingkat dunia dan dihadiri lebih dari 1000 delegasi ekonomi dari pemerintahan banyak negara didunia bukan dipimpin oleh menteri-menteri ekonomi dari kabinet Jokowi yaitu Darmin Nasution Menko Perekonomian atau Sri Mulyani  Indrawati (SMI) Menteri Keuangan .’’ Darmin dan Sri Mulyani sudah tidak dipercaya lagi oleh Presiden,  lebih baik mundur saja,’’ kata Herdi lagi.

Betapapun, ujar periset senior itu, hal ini menimbulkan kesan bahwa Jokowi telah sangat kecewa kepada kedua menteri ekonomi itu . '' Daripada grotal-gratul dan lelet, Darmin dan SMI lebih elok mundur, '' imbuh pengajar ilmu-ilmu sosial di Paramadina itu.

Secara terpisah Ir  Abdulrachim Kresno, seorang peneliti independen dan mantan aktivis ITB, mengungkaokan ekonomi kita hanya bertumbuh pada 2015 sebesar 4,79 % ,2016 sebesar 5,02 % dan proyeksi 2017 hanya 5,1 % . '' Hal  ini membuktikan bahwa Darmin tidak mampu mengidentifikasi masalah2 pokok yang menghambat pertumbuhan ekonomi , tidak mengerti betul masalah dilapangan dan tidak mempunyai kemampuan untuk menggerakkan birokrasi dibawah koordinasi Kemenko termasuk para menteri ekonominya untuk mewujudkan target ekonominya . ''Artinya kemampuan operasional Darmin sangat lemah,'' imbuh Kresno. .

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...