Black Out 408, Rizal Ramli: Jokowi Pantas untuk Marah

KON FRONTASI- Presiden Joko Widodo tampak geram ketika berkunjung ke Kantor Pusat PLN untuk mendengarkan penjelasan terkait pemadaman listrik secara massal dan besar-besaran hari Minggu lalu (4/8). Menurut ekonom senior DR. Rizal Ramli, kemarahan Jokowi atas peristiwa “Black Out 408”  itu sangat wajar dan bisa dipahami. Karena bagaimanapun juga kejadian yang memalukan itu memperlihatkan betapa Indonesia sangat lemah dan rentan.
Concern saya, sistem pertahanan nasional kita lemah sekali. Listrik ini hubungannya kemana-mana, sistem perbankan drop, sistem komunikasi juga drop, dan lainnya juga drop. Jadi wajar sekali kalau Presiden Jokowi marah,” ujar Rizal Ramli dalam perbincangan dengan redaksi.

Menurut Rizal Ramli, penjelasan yang disampaikan pihak PLN juga terasa mbulat dan tidak clear.

“Seharusnya mereka bisa menjelaskan, apa yang betul-betul terjadi, dan bagaimana sequences kejadiannya, bagaimana contingency plan yang ada dan mengapa tidak jalan. Mengapa bisa enam power station rontok bersamaan,” urai Rizal Ramli lagi.

Dia menambahkan, tampaknya juga tidak ada respon yang sistematis terhadap penyelesaian masalah.

Menurut Rizal Ramli, harus ada defense mechanism yang solid untuk menghadapi situasi seperti ini.

“Istilahnya, harus combat ready. Ini sistem yang sudah matang,” kata dia lagi.  Saat ditanya bagaimana seharusnya langkah pemerintah, terutama Presiden Jokowi, Rizal mengatakan, Jokowi memiliki banyak instrumen, dari yang sifatnya administrasi sampai pidana. 

A President has so many powers,” ujar dia

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA