17 February 2020

Bambang: Anas Seharusnya Dituntut Maksimal

Bambang Widjojanto

KONFRONTASI-Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto menilai mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum seharusnya dapat dituntut maksimal dalam perkara penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang.

"Seharusnya JPU (Jaksa Penuntut Umum) akan memberikan tuntutan maksimal," kata Bambang di Jakarta, Jumat (5/9).

Dalam perkara ini, Anas dikenai pasal 12 huruf a subsider pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No 20 tahun 2001 jo pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4-20 tahun dan pidana denda Rp200-Rp1 miliar.

Anas juga didakwa berdasarkan pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang pasal 65 ayat 1 KUHP dan pasal 3 ayat 1 huruf c UU Nomor 15 Tahun 2002 sebagaimana diubah berdasarkan UU No 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Bambang juga menilai Anas berupaya untuk mengintervensi para saksi.

"Sebenarnya tidak ada hal yang meringankan, upaya-upaya yang mencoba untuk mempengaruhi persidangan dan mengintervensi saksi-saksi, satu indikasi kuat ada manipulasi proses oleh terdakwa," tambah Bambang.

Salah satu bentuk manipulasi yang dilakukan Anas misalnya lewat percakapan blackberry messenger (BBM) dengan profilnya berupa tokoh pewayangan Wisanggeni yang dikisahkan memiliki kesaksian melebihi putra Pandawa lain, cerdik dan penuh akal.[marx/ant]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...