Ada Provokator Merusak FPI, FBR dan Gerindra: Demo Rusuh anti-Ahok

JAKARTA-Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Fajar Siddiq, mengakui bahwa selama ini aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) selalu berkoordinasi dengan partainya. Namun, demo yang berakhir ricuh kemarin tidak ada koordinasi sama sekali.

"Sekarang saya enggak tahu, ini organ mana yang beraksi, saya bingung kenapa," kata adik almarhum Ustaz Jefri Al-Buchori itu kepada wartawan, di DPRD DKI Jakarta, Jumat (3/10/2014).

"Saya curiga, ini aksi bukan katup kekecewaan (FPI) terhadap Ahok (Basuki)," lanjut Fajar.

Ia menduga ada provokator yang sengaja agar aksi unjuk rasa berlangsung rusuh. Tujuannya, yakni menyudutkan umat Islam. Selama ini, ia menambahkan, jika berkoordinasi dengan Gerindra, aksi unjuk rasa tidak berlangsung rusuh.

Kemarin, aksi unjuk rasa menolak Basuki sebagai Gubernur DKI untuk menggantikan Joko Widodo itu berujung rusuh. Sebanyak 200 anggota FPI bentrok dengan pihak kepolisian. Mereka melempari Balaikota DKI dan Gedung DPRD DKI dengan batu bata dan kotoran hewan

Aksi unjuk rasa untuk menolak Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menjadi Gubernur berlangsung ricuh. Insiden itu mengakibatkan enam belas orang aparat terluka.

Dua orang dari mereka luka parah dan dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Lainnya luka ringan hanya dirawat di RS Polda," ujar Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono di Balai Kota, Jumat (3/10/2014).

Menurut dia, 16 orang petugas mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan kotoran kerbau. Korban juga termasuk Kapolsek Gambir Ajun Komisaris Besar Putu Putra yang menerima lemparan parang. Petugas kepolisian saat ini sudah mengamankan dan memeriksa 14 demonstran.

Situasi di lokasi berangsur kondusif setelah aparat memukul mundur para demonstran. Di jalanan depan gedung DPRD DKI masih terlihat sisa-sisa lemparan batu dan petasan.. (kcm)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA