10 December 2019

SBY: Jangan Sampai Islam Dihadapkan dengan Non Islam

KONFRONTASI - Seminggu ini dunia memanas, menyusul terjadinya kekerasan atas nama agama di Paris, yang mengakibatkan jatuhnya 17 korban jiwa. Dari Perancis dikumandangkan bahwa dunia berada dalam peperangan, "We are at War". Mungkin lebih dari sekedar anti terorisme.

"Inilah yang saya cemaskan. Jangan sampai Islam dihadapkan dengan non Islam. Jika ini terjadi, yang "menang" kaum teroris, yang lain kalah," kata Susilo Bambang Yudoyono (SBY) dalam akun twitternya sesaat lalu, Rabu (14/1).

Presiden ke-6 RI ini menyebutkan, terorisme harus dicegah dan diperangi. Tidak boleh atas nama agama, sebuah kelompok melakukan pembunuhan dan main hakim sendiri. "Beberapa kali Indonesia alami terorisme. Korbannya masyarakat yang tidak bersalah. Kita tolak terorisme dari siapapun, agama manapun," ujar dia di akun @SBYudhoyono.

SBY menyatakan, dunia memang harus bersatu untuk cegah dan hentikan terorisme. Tetapi, jangan sampai dunia dibelah antara Islam lawan non Islam. Para pemimpin dunia dan nasional serta pemimpin agama dan masyarakat harus aktif cegah berkembangnya ekstrimisme dan radikalisme. Pemimpin agama, tambah SBY, juga harus berani mengatakan terorisme adalah penyimpangan dari ajaran agama. Jangan diam dan jangan membiarkannya.

"Untuk negeri kita, Indonesia, mari kita pastikan kehidupan antar umat beragama makin teduh, makin toleran dan makin rukun. Selama 10 tahun yang lalu, dengan dukungan banyak pihak, saya bekerja keras untuk menjaga kerukunan dan toleransi, serta tanggulangi terorisme. Saya yakin Pak Jokowi juga akan lakukan hal yang sama. Mari kita dukung Presiden dan pemerintah untuk laksanakan tugas penting ini," harap SBY.

Presiden Majelis Global Green Growth Institute (GGGI) menerangkan, gerakan untuk memperkuat toleransi dan kerukunan ini harus dilaksanakan di seluruh dunia. Semua mesti terlibat. Tak cukup hanya dialog. Di seluruh dunia, umat Islam juga tidak boleh merasa dikalahkan dan dipermalukan. Mereka harus merasa setara di negara manapun. Sebaliknya, di seluruh dunia, Islam juga harus menampilkan wajah yang damai dan tidak menaburkan ancaman, kekerasan dan ketakutan.

"Tidakkah Islam agama yang menaburkan rahmat bagi semesta alam. Karenanya umat Islam harus makin maju, damai dan jadi solusi dunia. Yang bisa menampilkan wajah Islam seperti itu ya umat Islam sendiri, termasuk ulama dan pemimpin Islam. Termasuk saya dan saudara jika muslim," imbuhnya.

Dunia masa depan, haruslah menjadi dunia yang makin sepi dari radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Dari manapun datangnya. Peperangan di negara Islam yang masih terjadi, tambah SBY, pada saatnya harus berakhir, karena hanya akan timbulkan korban jiwa, tragedi dan kebencian. Meskipun perang itu bertujuan utk perangi terorisme, bukan Islam, tetapi lama kelamaan bisa dianggap memerangi dunia Islam.

"Ke depan, masyarakat dunia juga harus saling hormati nilai dan keyakinan pihak lain. Tak paksakan sistem nilai dan keyakinan yang dianutnya. Rakyat Indonesia, yang mayoritasnya umat Islam, harus makin maju dan sejahtera, serta mendapatkan keadilan, secara sosial dan ekonomi," demikian SBY.[rm]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...