Ketika Saudariku, Jatuh Cinta Pada Laki-Laki Non-Muslim

KONFRONTASI   -    Wah dari judulnya sudah bisa dipastikan yang masuk ke post bagian ini adalah perempuan yang (mungkin) sedang jatuh cinta bahkan menjalin hubungan dengan laki-laki non-muslim.

Bukan untuk menasihati, tapi untuk berbagi apa yang saya baca dan ketahui (semoga Allah mengampuni saya atas kesalahan yang ada di postingan ini) 

Jatuh cinta…(ciee) Itu adalah hal yang wajar, fitrah. Pacaran…dosa (simple)

Tapi saya tidak akan membahas masalah pacaran, namun lebih kepada “Tepatkah laki-laki yang kamu jatuh cintai itu?”

(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.(QS. Al Maidah/5: 5).

Laki-laki boleh menikah dengan perempuan dari ahli kitab (beragama nasrani) namun dengan syarat perempuan tersebut murni ahli kitab (yaitu yang paham dengan kitab injilnya). [dikutip dari ceramah ust.Khalid Basalamah]

Eits, ingat, ayat di atas berlaku untuk laki-laki saja, jadi perempuan tidak. Tunggu dulu, jangan sedih dulu! Allah mempunyai alasan mengapa Dia tidak mengizinkan kita (perempuan menikah/mencintai laki-laki non-muslim)

Laki-laki adalah imam sebuah keluarga, jadi istri dan anak-anak akan mengikuti apa yang diarahkan oleh sang suami. Laki-laki mukmin (apabila sang suami muslim dan istri non-muslim) akan memimpin keluarganya sesuai ajaran agama yang ia anut. Selain itu dalam agama Islam, Islam mengakui akan Nabi Isa AS (Baca: Nabi) dan kitab Injil (sebelum diubah isinya oleh orang kafir), dengan pengakuan tersebut makan pemimpin (suami) yang beragama Islam akan mampu mentoleransi agama yang dia pimpin (sang istri).

Berbeda apabila sang suami adalah non-muslim, misalnya Kristen. Maka ia akan mendidik keluarganya sebagaimana seorang Nasrani. Sang Istri pun akan kesulitah dalam beribadah sesuai agama Islam. Selain itu, agama Kristen tidak mengakui akan kerasulan Nabi Muhammad SAW, sehingga itu artinya ia menolak adanya agama Islam, Al Qur’an beserta ajaran Islam, sehingga sang Istri akan terzalimi dalam beribadah dan akhirnya akan beralih agama.

Nah, itu adalah sekian dari alasan kenapa muslimah tidak boleh menikah/mencintai laki-laki non-islam (sumbernya dari Ustad saya, ust.Pasir). Oke, saat ini mungkin bagi teman-teman yang sudah terlanjur mencintai akan sulit untuk menerima kenyataan ini. Tapi percaya deh, semuanya ada jawaban! Yah saya sadar para remaja jaman sekarang suka ngeyel kalau dikasih tahu…Okey, read this ya:

1. Buat apa menjalin kasih dengan laki-laki yang tidak bisa dinikahi? (renungkan say, renungkan)

2. “Tapi kak, saya akan mengarahkan dia ke jalan yang benar!” (Ceileeh..jalan yang benar -__-” Sholat tahajudmu udah lancar belum?)

3. “Saya yakin kelak dia akan menjadi seorang muslim!”  (kalau pun iya, dikhawatirkan “iman”nya itu hanya karena mau nikah sama kamu, tidak murni. Kalau mau sama mualaf, ya cari yang udah serius nyantri di pondok-pondok)

4. “Tapi saya sudah terlanjur cinta ”  (Semua orang juga bilang begitu, jangan lebay ah! Masa mau bertahan di jalur yang tidak pasti)

5. “Meskipun dia orang kafir, tapi kelakuannya lebih baik daripada laki-laki muslim di luaran”  (Hehe lucu..laki-laki muslim tetap lebih baik daripada dia, karena orang muslim yang berandalan masih mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai Rasulullah. Ingat: tauhid dan akidah adalah yang pertamakali diajarkan oleh Rasulullah pada para sahabat, baru kemudian akhlak)

6. “Dia memahami saya kok, dia suka ngantar saya ke masjid dan tidak pernah melarang saya mengaji”  (yaia laa kan masih pacaran, emang dia siapa mau ngelarang-ngelarang kamu? -_-“)

7. Kamu itu perempuan yang indah karena kamu seorang muslimah, jangan menghinakan diri dengan mengejar-ngejar laki-laki kafir.

8. Katanya mau masuk surga, tapi kok mau di pimpin sama laki-laki kafir :3

9. “Tapi tidak ada laki-laki sholeh yang mau sama saya”  (saudariku sayang, kalau kita bersama-sama memperbaiki diri dan berusaha menjadi muslimah sesuai arahan Islam, insyaAllah kelak yang melamar kita adalah laki-laki sholeh 

10. “Lah terus gimana caranya move on dari si dia?”  (dekatkan diri ke Allah, dan sering-seringlah main ke masjid dan ikut kajian bersama muslimah lainnya. Nanti kamu akan melihat di sana ada banya laki-laki sholeh yang menjaga pandangannya, yang akan membuat kamu termotivasi menjadi salah satu perempuan idaman mereka (dengan cara halal tentunya). Dan juga laki-laki sholeh akan kamu dapatkan dengan niat yang lurus (karena Allah), melalui hijrah, perbaiki diri, dan terutama tanpa jalur pacaran. Pelan-pelan saja, dear (Jft/Puput R)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA