19 October 2019

Dari Timur Tengah sampai Spanyol: Islam, Abad Pertengahan dan Modern

Sejarah peradaban Islam merupakan salah satu bidang kajian studi Islam yang banyak menarik perhatian para peneliti baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim. Dengan mempelajari sejarah kebudayaan Islam, kita memungkinkan mengetahui masa-masa atau zaman kejayaan Islam, sehingga memungkinkan kita untuk bangga dan percaya diri sebagai umat Islam. Demikian pula masa-masa kemunduran Islam dapat kita ketahui, dan kita dapat mengambil pelajaran dan pengalaman agar tidak terulang kembali serta kita dapat menentukan langkah ke depan demi menemukan jalan alternatif demi kejayaan Islam. Kita semua sadar bahwa al-Islam ya’lu wala yu’la ‘alaihi. Menyadari hal di atas, di berbagai perguruan atau lembaga pendidikan Islam yang ada hingga sekarang, bidang kajian sejarah peradaban Islam merupakan suatu bidang kajian yang cukup signifikan untuk dipelajari. Untuk itu sebagai kerangka awal penulis akan mencoba membahas tentang beberapa asumsi dasar dari sejarah peradaban Islam sebagai sebuah kajian keilmuan.

            Sejarah perkembangan peradaban Islam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: priode klasik (650 -1250 M), priode pertengahan (1250 – 1800 M) dan priode modern (1800 – sekarang).Yang dimaksud abad pertengahan ialah tahapan sejarah umat Islam yang diawali sejak tahun-tahun terakhir keruntuhan Daulah Abbasiyah (1250 M ) sampai timbulnya benih-benih kebangkitan atau pembaharuan Islam yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1800 M.Priode pertengahan ini juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu masa kemunduran I (1250 – 1500 M) dan masa tiga kerajaan besar (1500 – 1800 M).  

B.     Rumusan Masalah

Untuk mempermudah pembahasan masalah tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagi berikut;

1.      Apa yang terjadi pada periode pertengahan?

2.      Apa saja yang terjadi periode modern?

3.      Bagaimana kemunduran dan kemajuan pada periode pertengahan dan modern?

C.     Pembahasan.

1.      Periode Pertengahan.

a.       Fase Kemunduran.

Masa-masa kemajuan dunia islam yang telah berjalan beberapa abad lamanya, yang pengaruhnya telah merebak dan merambah jauh ke berbagai belahan dunia non muslim pada akhirnya juga mengalami masa-masa kemundurannya. Berbagai macam krisis yang sangat komplek sekali telah menerpa dunia islam. Jatuhnya kota Bagdad pada tahun 1258 M ke tangan bangsa mongol bukan saja mengakhiri khilafah Abbasiyah, tetapi merupakan juga awal kemunduran peradaban islam, karena Bagdad sebagai pusat kebudayaan dan peradaban islam yang sangat kaya dengan khazanah ilmu pengetahuan itu ikut pula lenyap dibumihanguskan oleh pasukan mongol yang dipimpin Hulagu Khan.

Bagdad yang terkenal sebagai pusat kebudayaan dan pengetahuan islam, pada tahun 1258 M mendapat serbuan tentara mongol. Tentara mongol menyembelih seluruh penduduk dan menyapu Bagdad bersih dari permukaan bumi. Dihancurkan segala pusaka dan peradaban yang telah dibuat beratus-ratus tahun lamanya. Diangkut kitab-kitab yang telah dikarang oleh ahli ilmu pengetahuan bertahun-tahun lalu dihanyutkan ke dalam sungai dajlah, sehingga berubah warna airnya lantaran tinta yang larut. Khalifah sendiri beserta keluarganya dimusnahkan sehingga terputuslah keturunan abbasiyyah dan hancurlah kerajaannya yang telah lama bertahta selama 500 tahun.

Disebut masa kemunduran karena masa-masa ini dunia Islam dalam proses penghancuran oleh bangsa Mongol dibawah pimpinan Jengiskan dan keturunannya serta Timur Lenk yang juga masih keturunan bangsa Mongol.Bangsa Mongol ini berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia tengah sampai ke Siberia utara, Tibet selatan dan Manchuria barat serta Turkistan timur.

Mereka mempunyai watak yang kasar, suka berperang dan berani menghadapi maut untuk mencapai keinginannya .Jengiskhan menganut agama Syamaniah, menyembah bintang-bintang dan sujud kepada Matahari yang sedang terbit. Raja-raja keturunannya yang masih menganut agama Syamaniyah ialah Hulagukhan sampai raja yang ke VI.Sedangkan mulai dari raja yang VII (Mahmud Ghazan) sampai raja-raja selanjutnya adalah pemeluk Islam. Dinasti Jengiskhan ini dikenal dengan dinasti Ilkhan, yaitu gelar yang diberikan kepada Hulagukhan.

Daerah-daerah yang dikuasai dinasti ini adalah daerah yang terletak antara Asia kecil di barat dan India di timur.Kedatangannya ke dunia Islam diawali dengan ditaklukkannya wilayah-wilayah kerajaan Transoxania dan Khawarizm 1219 M; kerajaan Ghazna pada tahun 1221 M, Azarbaizan pada tahun 1223 M. dan Saljuk di Asia kecil pada tahun 1243 M.Serangan ke Baghdad dilakukan oleh Hulagukhan pada tahun 1258 M. Saat itu Khalipah Al Mu’tashim menolak untuk menyerah.

Akhirnya kota Baghdad dikepung. Tanggal 10 Pebruari 1258 benteng benteng kota ini dapat ditembus dan Baghdad dihancurkan. Khalipah dan keluarganya serta sebagian besar dari penduduk dibunuh dengan dipancung secara bergiliran. Beberapa dari anggota keluarga Bani Abbas dapat melarikan diri, dan diantaranya ada yang ke Mesir dan menetap di sana. Kota Bagdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongolia tersebut.

Dari Bagdad pasukan Mongolia menyebrangi sungai Eufrat menuju Syria, kemudian melintasi Sinai. Pada tahun 1260 M. mereka berhasil menduduki Nablus dan Gaza. Begitu pula daerah-daerah lain yang dilaluinya dapat ditaklukkan kecuali Mesir. Tentara Kerajaan Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir dapat memukul mundur pasukan Mongolia dalam sebuah pertempuran di ‘Ain Jalut tanggal 13 September 1260 M.Demikianlah kondisi dunia arab, terutama Baghdad dan sebagian besar derah-daerah kerajan Islam lainnya dikuasi oleh bangsa Mongolia selama kurang lebih 85 tahun dibawah perintah dinasti Ilkhan, yang tentunya kehadiran mereka lebih banyak membawa kehancuran dan kemunduran dunia Islam.

Dari sekian banyak penguasa dinasti Ilkhan ada yang peduli terhadap pembangunan kembali peradaban yang telah diahncurkannya itu. Diantaranya adalah Mahmud Ghazan (683-703 /1295-1304), raja Ilkhan pertama yang beragama Islam. Dia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Ia amat menggemari kesenian terutama arsitektur dan ilmu pengetahuan alam, seperti astronomi, kimia, mineralogy, Metalurogi dan botani.

Ia membangun semacam biara untuk para darwis, perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’i dan Hanafi, sebuah perpustakaan , observatorium, dan gedung-gedung umum lainnya.Mahmud Ghazan diganti oleh Muhammad Khudabanda Uljeitu (1304-1317 M) seorang penganut syi’ah yang ekstrim. Ia mendirikan kota raja Sulthaniyah dekat Zanjan. Pada masa pemerintahan Abu Sa’id (1317-1335 M) pengganti Muhamad Khudabanda, terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan angin topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka.

Ghasan Mahmud (1295-1305 M) juga masuk islam pada dan demikian juga Uljaytu Khuda banda (1305-1316 M). Uljaytu pada mulanya beragama Kristen, ia adalah Raja Mongol besar yang terakhir. Kerajaan yang dibentuk Hulagu akhirnya pecah menjadi beberapa kerajaan kecil, diantaranya Kerajaan Jaylar (1336-1411 M) dengan Baghdad sebagai Ibu kota, Kerajaan Salghari (1148-1282 M) di Faris, dan KerajaanMzaffari (1313-1393 M)

Timur Lenk, seorang yang berasal dari keturunan Jengis Khan dapat menguasai Samarkand pada tahun 1369 M. Dari Samarkand ia mengadakan serangan-serangan ke sebelah barat dan dapat menguasai daerah-daerah yang terletak antara Delhi dan Laut Marmara.

Kedatangan Timur Lenk ke dunia Islam tidak kurang membawa kehancuran , bahkan ia lebih kejam daripada Jengiskan atrau Hulagukhan. Berbeda dengan Jengiskan atau Hulagukhan yang masih menganut kepercayaan Syamaniah, Timur Lenk ini sudah menganut agama “Islam.”Pada tanggal 10 April 1370 M. Timur Lenk memproklamirkan diri sebagai penguasa tunggal di Tranxosiana. Ia berencana untuk menaklukkan daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Jengiskhan. Ia berkata : “Sebagaiamana hanya ada satu Tuhan di alam ini , maka di bumi seharusnya hanya ada seorang raja.”Pada tahun 1381 M. ia menaklukkan Khurasan, terus ke Afganistan, Persia, Fairs dan Kurdistan. Di setiap negeri yang ditaklukkannya ia mengadakan pembantaian besar-besaran terhadap siapa saja yang menghalangi rencananya, misalnya di Afganistan ia membangun menara yang disusun dari 2000 mayat yang dibalut dengan batu dan tanah liat; Di Iran ia membangun menara dari 70000 kepala manusia yang sudah dipisahkan dari badannya; Di India ia membantai lebih dari 80000 tawanan; Di Sivas, Anatolia sekitar 4000 tentara Armenia dikubur hidup-hidup.Pada tahun 1401 M. ia memasuki daerah Syria bagian utara. Tiga hari lamanya Aleppo dihancurleburkan. Kepala dari 20000 penduduk dibuat Pyramid setinggi 10 hasta dan kelilingnya 20 hasta dengan wajah mayat menghadap ke luar. Banyak bangunan, seperti sekolah dan masjid yang berasal dari zaman Nuruddin Zanky dari Ayyubi dihancurkan. Hamah, Hom’s dan Ba’labaka berturut-turut jatuh ke tangannya.

Demikian pula Damaskus dikuasainya, sehingga masjid Umayah yang bersejarah mengalami kerusakan berat. Setelah itu serangan diteruskan ke Baghdad, dan membantai 20000 penduduknya. Dari mayat-mayat tersebut ia membuat 120 menara sebagai tanda kemenangan.Timur lenk berambisi juga untuk menguasai kerajaan Usmani di Turki, karena kerajaan ini banyak menguasai daerah-daerah bekas imperium Jengiskan dan Hulagukhan. Pada tahun 1402 M. terjadi pertempuran yang sangat hebat di Ankara. Tentara Usmani mengalami kekalahan. Sultan Usmani (Bayazid I) sendiri tertawan dan mati dalam tawanan. Setelah itu Timur Lenk kembali ke Samarkhand. Ia berencana mengadakan invasi ke Cina, Namun di tengah perjalanan ia menderita sakit yang membawa kepada kematiannya pada usia 71 tahun. Tepatnya tahun 1404 M. dan mayatnya di bawa ke samarkhand.Sekalipun Timur Lenk ini terkenal sangat ganas dan kejam, tetapi ia sempat memperhatikan pengembangan Islam. Konon ia penganut Syi’ah yang ta’at dan menyukai tarekat Naqsyabandiyah. Dalam setiap perjalanannya ia selalu mengikutsertakan para ulama, sastrawan dan seniman. Ia sangat menghormati para ulama. Ketika ia berusaha menaklukkan Syria utara, ia menerima dengan hormat sejarawan terkenal, Ibnu Khaldun yang diutus Sulthan Faraj untuk membicarakan perdamaian. Kota Samarkhand diperkaya dengan bangunan-bangunan dan masjid yang megah dan indah.

Di Mesir, Khilafah Fathimiyah digantikan oleh Dinasti Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1174 M. Dengan datangnya Shalahuddin, Mesir kembali masuk ke aliran sunni, aliran Syiah hilang dengan hilangnya khilafah Fathimiyah. Sgalhuddin dalam Islam dikenal sebagai pahlawan dalam Perang Salib.

Dinasti Al-Ayyubi jatuh pada tahun 1250 M dan kekuasaan di Mesir berpindah tangan ke kaum Mamluk. Kaum Mamluk ini berasal dari budak-budak yang kemudian mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam pemerintahan Mesir. Sultan Mamluk yang pertama adalah aybak ( 1250-1257 M), dan salah satu yang termasyhur diantara mereka adalah Sultan Baybars (1260-1277 M) yang dapat mengalahkan Hulagu di Ain Jalut.

 Satu-satunya penguasa Islam yang dapat memukul mundur tentara Mongolia (Hulagukhan) ialah tentara Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir dibawah pimpinan Sulthan Baybars (1260-1277) sebagai Sulthan yang terbesar dan termasyhur serta dipandang sebagai pembangun hakiki dinasti Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik berkuasa sejak tahun 1250 M. menggantikan dinasti Al Ayyubi dan berakhir tahun 1517 M. Karena dapat menghalau tentara Hulagukhan, Mesir terhindar dari penghancuran, sebagaimana dialami di dunia Islam lain yang ditaklukkan oleh Hulagu.Dinasti Mamalik ini mengalami kemajuan diberbagai bidang. Kemenangannya terhadap tentara Mongolia menjadi modal dasar untuk mengusai daerah-daerah sekitarnya.

Banyak penguasa-penguasa kecil menyatakan setia kepada dinasti ini. Dinasti ini juga dapat melumpuhkan tentara Salib di sepanjang laut tengah. Dalam bidang ekonomi, ia membuka hubungan dagang dengan Perancis dan Italia, terutama setelah kejatuhan Baghdad oleh tentara Timur Lenk, membuat Kairo menjadi kota yang sangat penting yang menghubungkan jalur perdagangan antara Laut merah dan laut tengah dengan Eropah. Hasil pertanian juga meningkat.di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan tentara Mongolia.

Karena itu ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran,astronomi,matematika, dan ilmu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar, seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Taghribardi, dan Ibnu Khaldun. Di bidang astronomi dikenal nama Nasir al-Din al –Tusi. Di bidang matematika Abu al Faraj al –‘Ibry. Dalam bidang kedokteran: Abu Hasan ‘Ali al-Nafis penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Mun’im al-Dimyathi seorang dokter hewan, dan al- Razi, perintis psykoterapi. Dalam bidang Opthalmologi dikenal nama Salah al-Din Ibnu Yusuf. Sedangkan dalam bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Ibnu Taimiyah, seorang pemikir reformis dalam Islam, al Sayuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Ilmu Hadits dan lain-lain. Demikain pula dalam bidan arsitektur. Mereka membangun bangunan-bangunan yang megah seperti sekolah-sekolah, masjid-masjid, rumah sakit, museum, perpustakaan, villa-villa, kubah dan menara masjid.Kerajaan Mamalik ini berakhir tahun 1517 disebabkan banyaknya panguasa yang bermoral rendah, suka berfoya-foya dan ditambah dengan datangnya musim kemarau panjang dan berjangkitnya wabah penyakit. Dilain pihak munculnya kekuatan baru, yaitu kerajaan Turki Usmani yang kemudia dapat memenangkan perang melawan tentara Mamalik . Kemudian Mesir ini dijadikan salah  satu propinsi kerajaan Usmani di Turki.

Di India, persaingan dan peperangan untuk merebut kekuasaan juga selalu terjadi sehingga India senantiasa menghadapi perubahan penguasati. Ketika dinasti baru berkuasa, kemudian dijatuhkan dan diganti oleh yang lain. Kekuasaan dinasti Ghaznawi dikalahkan oleh pengikut-pengikut Ghaur Khan yang juga berasal dari salah satu suku bangsa Turki. Mereka masuk ke India tahun 1175 M, dan bertahan sampai tahun 1206 M. India kemudian jatuh ke tangan Qutbuddin Aybak, yang selanjutnya menjadi pendiri dinasti Khalji (1296-1316 M), selanjutnya dinasti Tughluq (1320-1413 M) dan dinasti-dinasti lain, sampai Zhahiruddin Babur datang pada permulaan abad XVI dan membentuk kerajaan Mughal di India.

Di Spanyol terjadi peperangan diantara dinasti-dinasti Islam yang ada disana dengan raja-raja Kristen dengan menggunakan pilitik adu domba antara dinasti-dinasti Islam tersebut. Sebaliknya, raja-raja Kristen bergabung menjadi satu, dan akhirnya satu demi satu dinasti Islam dapat dikalahkan. Pada abad pertengahan ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M) yang merupakan kekuatan Islam terakhir di Spanyol seteleh kurang lebih 7 abad setengah lamanya menguasai wilayah ini. Kota-kota lain seperti Cordova telah jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1238 M, Sevilla lepas pada tahun 1248 dan akhirnya Granada juga jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 M. Pada saat itu umat Islam dihadapkan pada dua pilihan, masuk Kristen atau keluar dari Spanyol. Di tahun 1609 M boleh dikatakan tidak ada lagi orang Islam di Spanyol. Umumnya mereka pindah ke kota-kota pantai Utara Afrika.

Pada masa ini desentralisasi dan disintregasi dalam dunia Islam meningkat. Di zaman ini pula hancurnya khilafah, yang diakui oleh semua umat sebagai lambing persatuan dan ini berlaku sampai pada Kerajaan Usmani mengangkat khalifah yang baru di Istambul pada abad ke-16 M. Bagian yang merupakan pusat dunia Islam jatuh ke tangan yang bukan Islam untuk beberapa waktu. Dan terlebih dari itu, Islam lenyap dari Spanyol.

Kemunduran Islam pada abad pertengahan ini , disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:

·      Tidak menjaga dengan baik Wilayah kekuasaan yang luas

·      Penduduknya sangat heteregin sehingga mengalami kendala dalam penyatuan

·      Para penguasanya lemah dalam kepemimpinannya

·      Krisis ekonomi

·      Dekadensi moral yang tidak terkendali

·      Apatis dan stagnasi dalam dunia iptek

·      Konflik antar kerajaan Islam

Terlebih lagi setelah, pasukan Mughal yang dipimpin oleh Hulagu Khan berhasil membumihanguskan Baghdad yang merupakan pusat kebudayaan dan peradaban Islam yang kaya dengan ilmu pengetahuan, hal ini terjadi pada tahun 1258 M. Saat itu kekhalifahannya dipimpin oleh khalifah Al Mu’tashim, penguasa terakhir Bani Abbas di Baghdad.

 

2.      Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800 M)

Masa ini dapat pula dibagi kedalam dua fase; fase kemajuan dan fase kemunduran.

a.       Fase Kemajuan (1500-1700 M)

Fase kemajuan ini merupakan kemajuan Islam II. Tiga kerajaan besar yang dimaksud adalah  Kerajaan Usmani di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia, dan Kerajaan Mughal di India.

1)      Kerajaan Usmani Turki

Pendiri kerajaan ini bernama UsmanI, seorang bangsa Turki dari kabilah Oghuz. Ia menyatakan diri sebagai Padisyah al Usmani (raja besar keluarga Usmani) pada tahun 699 H (1300 M). Tahun 1312 M ia menyerang kota Broessa di Bizantium yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaannya. Beberapa tahun kemudian Usmani dapat menaklukkan sebagian benua Eropah seperti Azmir (Smirna) tahun 1327, Thawasyanli tahun 1330, Uskandar tahun 1338, Ankara tahun 1354, dan Gallipoli tahun 1356.

Pada masa Sultan Murad I (1359-1389) Usmani dapat menguasai Adrianopel yang kemudian dijadikan ibukotanya yang baru, kemudian ditaklukkan pula Macedonia, Sopia, Salonia dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke eropah, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropah disiapkan untuk memukul mundur pasukan Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria.

Namun Sultan Bayazid I (1389-1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropah tersebut. Hanya sayang Sultan Bayazid I ini dapat dikalahkan oleh serangan tentara Timur Lenk dalam pertempuran di Ankara tahun 1402 dan dia sendiri ditawan musuh.

Dengan ditawannya Bayazid I ini kerajaan Usmani mengalami kemunduran, sampai diselematkan kembali oleh putranya Muhammad, dan dilanjutkan oleh Murad II (1421-1451) lalu oleh Muhammad II (1451-1481) yang dikenal dengan muhammad Al Fatih . Pada masa kekuasaan Muhammad al Fatih ini, Byzantium dan Konstantinopel ditaklukkan (1453 M).Kerajaan Usmani semakin memantapkan kedudukannya pada masa Sulaiman al Qanuni (1520-1566 M), sehingga pada masanya wilayah kekuasaan Usmani mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Al Jazair di Afrika; Bulgaria, Yunani, Yugaslapia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropah.

Untuk mengatur pemerintahan Negara disusunlah sebuah kitab undang-undang (qanun) yang diberi nama Multaqa al –Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke 19. Sebab itulah Sultan Sulaiman diberi gelar “al Qanuni.”Dalam pembangunan, Turki Usmani ini lebih mempokuskan kepada bidang politik , kemiliteran dan arsitektur. Bidang politik maksudnya adalah perluasan daerah seperti di atas.

Bidang Militer adalah terbentuknya kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah Negara Usmani menjadi mesin perang yang paling kuat. Bidang arsitek misanya banyak dibangun bangunan-bangunan megah, seperti sekolah, rumah sakit,villa, makam, jembatan dan masjid-masjid. Masjid-masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah, misalnya yang terkenal adalah masjid Jami sultan Muhammad Al Fatih, Masjid Agung sulaiman, Masjid Abi ayub Al Anshari dan Masjid Aya Sopia yang awalnya adalah bangunan gereja.

 Dalam bidang keagamaan, perhatian sultan cukup besar. Patwa-patwa ulama sangat berperan dalam mengambil kebijakan Negara. Mufti adalah sebagai pejabat urusan agama tertinggi yang memberikan fatwa resmi terhadap problematika keagamaan dalam masyarakat. Tanpa legitimasi Mufti, keputusan hukum kerajaan bisa jadi tidak berjalan.Selama kurang lebih 9 abad kerajan Usamani berdiri, tetapi kemudian hancur juga disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:

·      Budaya pungli Setiap jabatan yang hendak diraih oleh seseorang harus “dibayar” dengan sogokan kepada orang yang berhak memberikan jabatan tersebut, sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan kondisi para pejabat semakin rapuh.

·      Pemberontakan tentara JenissariKemajuan ekspansi kerajan Usmani adalah juga karena peranan yang besar dari tentara Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau tentara Jenissari itu sendiri akhirnya memberontak kepada pemerintah.

·      Kemorosotan ekonomiIni disebabkan perang yang berkepanjangan, menghabiskan uang dan perekonomian Negara merosot, sementara belanja Negara sangat besar, termasuk untuk biaya perang.

·      Wilayah kekuasaan yang sangat luasTerlalu luasnya wilayah kekuasaan Usmani sangat sulit untuk dikontrol.Dipihak lain, para penguasa sangat berambisi menguasai wilayah yang sangat luas, sehinga mereka terlibat perang terus menerus dengan berbagai bangsa. Hal ini tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun Negara.

 

2)      Kerajaan Syafawi Persia

Kerajaan Syafawi, mulanya adalah sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil (Azerbaijan). Tarekatnya bernama tarekat Safawiyah, nama ini diambil dari nama pendirinya yang bernama Safi-Al Din (1252-1334 M) dan nama Syafawi dilestarikan setelah gerakannya berhasil mendirikan kerajaan. Jalan hidup yang ditempuh Al Din adalah jalan sufi dan mengembangkan tasawuf Safawiyah menjadi gerakan keagamaan yang sangat berpengaruh di Persia, Syiria dan Anatolia. Yang semula bertujuan memerangi orang-orang yang ingkar dan memerangi orang-orang yang ahli bid’ah.

Diantara sultan-sultan dari kerajaan Syafawi selain dari Syah Ismail (1500-1524 M), terdapat nama Syah Tahmasp (1524-1576 M), dan Syah Abbasiyah (1557-1629 M). Sesudah Syah Abbasiyah tidak ada yang kuat lagi dan akhirnya dapat dijatuhkan oleh Nadir Syah (1736-1629 M), kepala suku dari salah satu suku bangsa Turki yang terdapat di Persia pada waktu itu.

Masa keemasan kerajaan Syafawi terjadi pada masa kepemimpinan Abbas I yaitu di bidang pilitik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan bidang pembangunan fisik dan seni. Kemajuan yang dicapainya membuat kerajaan Syafawi menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar Islam yang di perhitungkan oleh lawan‑lawanya,  terutama dibidang politik dan militer.

Setelah mengalami kejayaan, kerajaan Safawi tidak lama kemudian mengalami kemunduran penyebabnya adalah antara lain:

·         Kemerosotan moral para pemimpin kerajaan

·         Konflik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani dan

·         Pasukan yang dibentuk Raja Abbas I yaitu pasukan Ghulam tidak memiliki jiwa pratirotik
 

3)      Kerajaan Mughal India

Kerajaan Mughal adalah kerajaan yang termuda diantara tiga kerajaan besar Islam. Kerajaan ini didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530). Babur dengan bantuan Raja Safawi dapat menaklukkan Samarkhad tahun 1494 M. Tahun 1504 M dapat menduduki Kabulibukota Afganistan. Setelah itu, Raja Babur mengadakan ekspansi terus-menerus. Kerajaan Mughal di India ini beribu kota di Delhi. Setelah menundukkan Kabul (Afghanisthan), melalui Khybar pass, ia menyeberang ke India di tahun 1505. Lahore jatuh ke bawah kekuasaannya di tahun 1523 M. dan tahun 1527 India Tengah dapat dikuasai

·         Kemajuan- kemajuan kerajaan mughal diantaranya:
Di bidang Ekonomi, mengembangkan program pertanian, pertambangan, dan perdagangan. Masalah sumber keuangan Negara lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian

·         Di bidang seni dan budaya misalnya karya sastra gubahan penyair istana, penyair yang terkenal yaitu Malik Muhammad Jayazi dengan karyanya padmavat (karya yang mengandung pesan kebajikan jiwa manusia), karya-karya arsitektur seperti istana fatpur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid

Pada tahun 1858 M kerajaan Mughal juga mengalami kemerosotan, penyebabnya antara lain:

Ø  Kemerosotan moral dan para pejabatnya bermewah-mewahan

Ø  Pewaris kerajaan dalam kepemimpinannya sangat lemah dan

Ø  Kekuatan mililernya juga lemah

 

b.      Fase Kemunduran II

Sesudah Sulaiman Al-Qanuni, Kerajaan Usmani tidak lagi mempunyai  Sultan-sultan yang kenamaan. Kerajaan ini mulai memasuki fase  kemundurannya di abad ke XVII M. Di dalam negeri timbul pemberontakan- pemberontakan, seperti di Suria di bawah pimpinan Curdi Jumbulat, di  Lebanon di bawah pimpinan Druze Amir Fakhruddin. Dengan negara-negara  tetangga terjadi peperangan seperi Venitia (1645 – 1664 M.) dan dengan  Syah Ahbas dari Persia. Jenissary, nama yang diberikan kepada tentara
Usmani juga berontak. Sultan-sultan berada di bawah kekuasaan Harem. 

Dalam pada itu di Eropah mulai pula timbul Negara-negara yang kuat,
sedang Rusia di bawah Peter Yang Agung telah pula berubah menjadi
negara yang maju. Dalam peperangan dengan negara-negara ini Kerajaan
Usmani mengalami kekalahan  dan daerahnya di Eropa mulai  diperkecil sedikit demi    sedikit.  Yunania memperoleh  kemerdekaannya kembali di tahun 1829 M dan Rumania lepas di tahun  1856. Yang lain-lain mengikuti, sehingga akhirnya sesudah Perang Dunia I daerah Kerajaan Usmani yang demikian luas dahulu hanya mencakup Asia
Kecil dan sebagian kecil dari daratan Eropa Timur. Kerajaan Usmani
lenyap dan sebagai gantinya timbul Republik Turki di tahun 1924 M.

Di Persia, Kerajaan Safawi mendapat serangan dari Raja Afghan yang
berlainan dengan Syah-syah Safawi, menganut faham Sunni. Mir Muhammad
dapat menguasai Asfahan di tahun 1722 M. Tetapi dalam pada itu Nadir
Syah seorang Jendral, atas nama Syah Tahmasp II dapat merampas ibu
kota itu kembali di tahun 1730 M. Kemudian ia sendiri yang menjadi
Syah di Persia. Tapi di tahun 1750 M, Karim Khan dari Dinasti Zand
dapat merampas kekuasaan di seluruh Persia, kecuali daerah Khurasan.
Kekuasaan Dinasti Zand ditentang oleh Dinasti Qajar dan akhirnya Agha
Muhammad dapat mengalahkan Dinasti Zand di tahun 794 M. Semenjak itu
sampai tahun 1925 M, Persia diperintah oleh Dinasti Qajar. 

Di India, dibawah pemerintahan Aurangzeb yang mendapat gelar Alamghir,
terjadi pemberontakan dari pihak golongan Hindu yang  merupakan mayoritas penduduk India. Pemberontakan Sikh dipimpin oleh  Guru Tegh Bahadur dan kemudian oleh Guru Gobind Singh. Golongan Rajput  memberontak di bawah pimpinan Raja Udaipur. Kaum Mahratas dipimpin oleh  Sivaji dan anaknya Sambaji. Sesudah Aurangzeb meninggal serangan- serangan pemberoni bertambah kuat dan akhirnya daerah-daerah yang jauh
dari Delhi melepaskan diri dari kekuasaan Mughal satu demi satu. 

Dalam pada  itu Inggris telah pula turut memainkan peranan dalam politik  India dan menguasai India di tahun 1857 M. Sampai tahun 1947 M India  menjadi jajahan Inggris. Di masa ini kekuatan militer dan politik  umat Islam menurun. Dagang dan ekonomi umat Islam, dengan hilangnya  monopoli dagang antara Timur dan Barat dari tangan mereka jatuh. 

3.      Periode Modern.

Periode ini merupakan Zaman Kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon di
Mesir yang berakhir di tahun 1801 M, membuka mata dunia Islam,
terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat Islam di
samping kemajuan dan kekuatan Barat. Raja dan pemuka-pemuka Islam
mulai berfikir dan mencari jalan untuk mengembalikan balance of power,
yang telah pincang dan membahayakan itu. Kontak Islam dengan Barat
sekarang berlainan sekali dengan kontak Islam dengan Barat di Periode
Klasik. Pada waktu itu Islam sedang menaik dan Barat sedang dalam
kegelapan. Sekarang sebaliknya, Islam sedang dalam kegelapan dan Barat
sedang menaik. Kini Islam yang ingin belajar dari Barat. Dengan
demikian timbullah apa yang disebut pemikiran dan aliran pembaharuan
atau modernisasi dalam Islam. Pemuka-pemuka Islam mengeluarkan
pemikiran-pemikiran bagaimana caranya membuat umat Islam maju kembali
sebagai di Periode Klasik. Usaha-usaha ke arah itupun mulai dijalankan
dalam kalangan umat Islam. Tetapi dalam pada itu Barat juga bertambah
maju. 

                 

Ø  Jamaludin Al Afgani (Iran 1838 – Turki 1897)

Salah satu sumbangan terpenting di dunia Islam di berikan oleh sayid jamaludin Al Afgani. Gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki,Iran,mesir dan  India.  Meskipun  sangat  anti  imperialisme  Eropa,  ia  mengagungkan pencapaian ilmu pengetahuan barat. Ia tidak melihat adanya kontradiksi antara Islam dan ilmu pengetahuan. Namun, gagasannya untuk mendirikan sebuah universitas  yang khusus  mengajarkan  ilmu pengetahuan  modern di Turki menghadapi tantangan kuat dari para ulama. Pada akhirnya ia di usir dari negara tersebut.

Ø  Muhammad  Abduh  (Mesir  1849-1905)  dan  Muhammad  Rasyd  Rida(Suriah 1865-1935)

Guru dan murid tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan amat terkesan dengan pengalaman mereka di sana. Rasyd  Rida mendapat pendidikan Islam tradisional dan menguasai bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum. Oleh karena itu, tidak sulit bagi Rida untuk bergabung dengan gerakan pembaruan Al Afgani dan Muhammad Abduh di antaranya melalui penerbitan jurnal Al Urwah Al Wustha yang diterbitkan di paris dan di sebarkan di Mesir. Muhammad Abduh sebagaimana Muhammad Abdul Wahab dan Jamaludin AlAfgani, berpendapat bahwa masuknya bermacam bid’ah ke dalam ajaran Islam membuat umat Islam lupa akan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya.

Ø  Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973)

Toha Husein adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia merupakan pendukung modernisme yang gigih. Pengadosian terhadap ilmu pengetahuan modern tidak hanya penting dari sudut nilai praktis (kegunaan)nya saja, tetapi juga sebagai perwujudan suatu kebudayaan  yang  amat  tinggi.  Pandangannya  di  anggap  sekularis  karena mengunggulkan ilmu pengetahuan.

Ø  Sayid Qutub (Mesir 1906-1966) dan Yusuf Al Qardawi

Al  qardawi  menekankan  perbedaan  modernisasi  dan  pembaratan.  Jika modernisasi yang dimaksud bukan berate upaya pembaratan dan memiliki batasan  pada  pemanfaatan  ilmu  pengetahuan  modern  serta  penerapan tekhnologinya, Islam tidak menolaknya bahkan mendukungnya. Pandangan alqardawi ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum muslimin. Secara umum, dunia Islam relative terbuka untuk menerima ilmu pengetahuan dan teknologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya. Pandangan ini kelak terbukti dan tetap bertahan hingga kini di kalangan muslim. Akan tetapi, dikalangan pemikir yang mempelajari sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan,gagasan separti ini tidak cukup memuaskan mereka.

Ø  Sir Sayid Ahmad Khan (India 1817-1898)

Sir sayid Ahmad Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seperti halnya Al Afghani,ia menyerukan kaum muslim untuk  meraih  ilmu  pengetahuan  modern.  Akan  tetapi,berbeda  dengan  AlAfghani  ia  melihat  adanya  kekuatan  yang  membebaskan  dalam  ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern.

Ø  Sir Muhammad Iqbal (Punjab  1873-1938)

Generasi awal abad ke-20 adalah Sir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama di anak Benua India yang sempat mendalami pemikiran  barat modern dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional Islam.

                             

D.    Kesimpulan.

Perkembangan Islam pada abad pertengahan ini dilakukan melalui tiga jalan yang dilalui untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat Eropa. Ketiga jalan tersebut adalah Jalan Barat , Jalan Tengah , Jalan Tiimur. Perkembangan Islam, mengalami dua fase yaitu fase kemajuan dan fase kemunduran. Keadaan perkembangan Islam secara keseluruhan baru mengalami kemajuan kembali walaupun tidak sebanding dengan masa sebelumnya ( klasik) setelah berkembangnya tiga kerajaan besar yaitu kerajaan Usmani di Turki, kerajaan Mughal di India dan kerajaan Safawi di Persia. Ada beberapa sektor penting yang muncul sebagai pengaruh perkembangan Islam di abad pertengahan. Beberapa sektor tersebut diantaranya bidang Politik, bidang Ekonomi Sosial, bidang Kebudayaan, bidang Pendidikan.

Tugas kita sekarang adalah sebagai generasi penerus, bagaimana kita mampu menjaga serta mengembangkan apa yang telah diberikan oleh para pelaku sejarah kepada kita, setidaknya sedikit banyak kita mampu mengembangkan  di era modernisasi saat ini, yang mana sarana IPTEK yang sudah maju begitu pesat mampu mendorong kita untuk terus memberikan kemajuan dalam Islam baik dalam segi Penddikan, ekonomi serta sosial dan budaya dalam Islam.(mahsanzaky)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Taufik dan Sharon siddique, Tradisi dan Kebangkitan Islam di Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES, 1989, Cetakan Pertama

Amin, Ahmad, Islam dari Masa ke Masa, ( Bandung: CV Rusyda, 1978

Badri, Yatim, Sejarah Peradaban Islam Dirasah Islamiyah II. PT Raja Grafindo Persada Jakarta 2000

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...