24 February 2020

Rasis, Trump Sebut Politikus Kulit Hitam Tukang Bully

KONFRONTASI-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerang kritikus Afrika-Amerika terkemuka, Sabtu (27/7). Trump menyebut kritikus tersebut sebagai tukang bully atau perisak. Trump menyarankan kritikus itu lebih berkonsentrasi membersihkan masalah di distrik Baltimore daripada mengkritik pekerjaan petugas imigrasi AS di perbatasan Meksiko.

Melalui akun Twitter pribadinya, Trump menyerang Ketua Demokrat dari Komite Pengawas Dewan Perwakilan Rakyat, Elijah Cummings. Cummings menyebut Trump rasis dan mengancam kebijakan imigrasinya.

Ketua Dewan Demokrat, Nancy Pelosi menanggapi sindiran Trump terhadap Cummings sebagai seorang juara untuk hak-hak sipil dan keadilan ekonomi. "Kita semua menolak serangan rasis terhadapnya (Cummings) dan mendukung kepemimpinannya yang teguh," ujar Pelosi.

Pada Kamis (25/7), komite memberikan suara 23-16 yang memungkinkan Cummings melakukan upaya pemanggilan kepada pejabat Gedung Putih, termasuk putri Trump, Ivanka Trump, serta menantunya, Jared Kushner. Hal itu sebagai upaya memperdalam penyelidikan dugaan pelanggaran terhadap undang-undang penyimpanan catatan pemerintah.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyerang Cummings atas kebijakan pemerintahannya terkait perbatasan Meksiko."Perwakilan, Elijah Cummings menjadi perisak brutal, meneriaki dan menakuti pria dan wanita hebat Patroli Perbatasan tentang kondisi di Perbatasan Selatan, padahal sebenarnya distrik Baltimore-nya jauh lebih buruk dan lebih berbahaya. Distriknya dianggap sebagai yang terburuk di AS," tulis Trump.

Menurut Trump, seharusnya perbatasan menampilkan wajah bersih, efisien, dan dikelola dengan baik, sangat ramai. Trump merasa jijik dengan distrik yang dikelola Cumming.

"Jika dia menghabiskan lebih banyak waktu di Baltimore, mungkin dia bisa membantu membersihkan tempat yang sangat berbahaya dan kotor ini," ujar dia.

Dalam tweet ketiga, Trump mempertanyakan ihwal mengapa banyak uang yang dihabiskan di distrik Cummings, yang meliputi wilayah pusat Kota Baltimore, sekitar 40 mil (64 km) timur laut Washington. Padahal, menurut dia, distrik itu dianggap terburuk dan berbahaya di Amerika Serikat.

"Tidak ada manusia yang mau tinggal di sana. Ke mana semua uang ini pergi? Berapa banyak yang dicuri? Selidiki kekacauan yang korup ini segera," tulis Trump. (MR/ROL)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...