22 October 2018

Presiden AS Donald Trump Umbar Pencapaian, Hadirin Sidang Umum PBB Tertawa

KONFRONTASI -   Pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (25/9/2018) disambut respons tak terduga dari para hadirin.

Trump memulai pidatonya seolah-olah ia sedang ambil bagian dalam kampanye di Amerika, dengan membeberkan daftar pencapaianya pemerintahannya maupun statistik mengenai ekonomi AS.

“Pemerintahan saya telah mencapai lebih dari apa yang dicapai hampir semua pemerintahan dalam sejarah negeri kami,” umbar Trump, seperti dilansir Bloomberg.

Normalnya, pernyataan Presiden ke-45 AS tersebut akan disambut tepuk tangan meriah pendengarnya. Namun sidang PBB bukanlah arena olahraga Ohio. Dunia sekilas memperlihatkan apa yang mereka pikirkan tentang sang Presiden AS.

Tak dinyana, khalayak PBB menertawakannya.

Trump menyadari respons tersebut dan menanggapinya dingin. “Tidak mengharapkan reaksi seperti itu. Tapi tidak apa-apa,” lanjut Trump.

Mendekati titik dua tahun dalam pemerintahannya, pidato Trump di PBB menggambarkan bagaimana ia terus bergulat dengan posisinya di panggung dunia dan bahwa sebagian besar pemimpin dunia masih dibuat bingung olehnya.

Trump bersikeras bahwa negara-negara lain harus menghormati kedaulatan AS, tetapi ia juga mendesak mereka untuk menolak sosialisme. Pejabat pemerintah Swedia pun tampak bingung mencernanya.

Dalam pidato berdurasi sekitar 34 menit itu, Trump hanya memberi kredit pada sedikit negara, di antaranya Korea Utara yang pernah dikecam habis-habisan dalam pidatonya di PBB tahun lalu.

“AS akan selalu memilih kebebasan dan kerja sama di atas pemerintahan global, kontrol dan dominasi," kata Trump kepada para hadirin.

Ia mengeluhkan beberapa sekutu AS yang dinilai memanfaatkan bantuan AS tanpa memberi imbalan apa pun. “Ke depannya, kami hanya akan memberikan bantuan asing kepada mereka yang menghormati kami dan yang sesungguhnya menjadi teman-teman kami," lanjutnya.

Tak lupa, Trump mengecam China karena "penyalahgunaan" dalam praktik perdagangannya serta mengeluhkan tentang negara-negara anggota OPEC.

Harga minyak terus meningkat sejak Trump menarik diri dari perjanjian nuklir Iran dan memberlakukan sanksi terhadap ekspor minyak negara itu. Langkah ini pada dasarnya menghapus sumber utama pasokan dari pasar global.

Iran jelas menjadi target utama Trump dalam pidato itu.

"Para pemimpin Iran menjarah sumber daya negara itu untuk memperkaya diri mereka sendiri serta menyebarkan kekacauan di Timur Tengah hingga luar wilayah,” kata Trump. "Kami meminta semua negara untuk mengisolasi rezim Iran selama agresivitasnya berlanjut."(Juft/Bisnis)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...