26 January 2020

Pengungsi Rohingya Tolak Dipulangkan ke Myanmar

KONFRONTASI-Upaya untuk mengembalikan pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar mengalami kegagalan setelah tidak satu pun dari mereka yang muncul.

Hal ini sekali pun pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk untuk mengangkut mereka ke Myanmar.

Sebanyak 3.450 orang sudah diidentifikasi untuk dikembalikan ke Myanmar, dari total sekitar 740 ribu yang mengungsi sejak 2017.

Namun, para pengungsi tidak berani kembali sampai ada jaminan keselamatan dan pemberian kewarganegaraan kepada mereka.

Ada ketakutan di kalangan pengungsi bahwa mereka akan dimasukkan ke dalam kamp khusus seandainya mereka kembali ke Myanmar. Sementara itu juru bicara PBB mengatakan setiap upaya repatriasi harus bersifat sukarela.

Tak ada yang muncul

Pemerintah Bangladesh sudah menyediakan 5 bus dan 10 truk yang akan berangkat dari kota Teknaf, Bangladesh, tetapi tak ada satu pun pengungsi Bangladesh yang muncul.

"Kami sudah menunggu sejak jam 9 pagi," kata Khaled Hossain, petugas Bangladesh yang bertanggung jawab di Teknaf kepada kantor berita AFP. "Tapi tak ada yang muncul".

Saat ini diperkirakan ada sekitar 740 ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang lari akibat agresi yang dilakukan oleh militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine pada tahun 2017.

Mereka bergabung dengan lebih dari 200 ribu orang Rohingya yang sudah ada di Bangladesh sebelumnya. PBB menyatakan agresi tersebut dilakukan mirip dengan pembersihan etnik.

Upaya repatriasi terbaru ini - setelah upaya pada bulan November tahun lalu yang juga gagal - dilakukan menyusul kunjungan ke kamp pengungsi oleh pejabat tinggi Myanmar yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Myint Thu.

Ketika itu Kementerian Luar Negeri Bangladesh menyampaikan daftar sekitar 22 ribu nama pengungsi Myanmar untuk diverifikasi dan pemerintah Myanmar menyatakan 3.450 nama telah dipastikan bisa "dipulangkan".

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...