11 December 2019

Pembunuh Massal di California Datang ke AS Gunakan Visa Tunangan

Konfrontasi - Pasangan yang membunuh 14 orang dalam suatu penembakan massal di California adalah warga Amerika Serikat keturunan Pakistan, Syed Farook dan istrinya juga keturunan Pakistan, Tashfeen Malik, yang datang ke AS tahun lalu dengan visa tunangan.

Menurut AFP, dari 61 juta pendatang temporer ke AS pada 2013, sekitar 26.000 orang tiba di AS dengan visa K1 atau tunangan termasuk 272 warga Pakistan, demikian Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Farook, yang dilahirkan di AS, dan Tashfeen Malik pergi ke AS pada Juli 2014, Farook dengan paspor AS-nya dan Tashfeen Malik dengan visa K1 di dalam paspor Pakistan-nya, kata David Bowdich, asisten direktur FBI di kantor Los Angeles.

Visa itu mengizinkan orang-orang asing datang ke AS untuk menikah dengan orang yang menjadi tunangannya.

Pernikahan harus berlangsung dalam waktu 90 hari dari kedatangan mereka, yang tampaknya telah menjadi kasus bagi Farook dan Tashfeen Malik.

Farook mengajukan permohonan untuk memperoleh kartu hijau (green card) bagi istrinya agar dapat menetap secara permanen pada September 2014, menurut the New York Times.

Untuk mendapat visa tunangan, pemohon biasanya harus membuktikan hubungan telah berlangsung sedikitnya dua tahun.

Orang asing itu harus memberikan surat keterangan kepolisian dari semua negara tempat dia telah tinggal selama lebih enam bulan sejak usia 16 tahun. Bagi Tashfeen Malik, itu akan termasuk Arab Saudi tempat dia tinggal.

Mark Toner, juru bicara Departemen Luar Negeri, membenarkan bahwa file Tashfeen Malik telah dicek melalui database kontra terrorisme. (ant/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...