23 October 2018

Pelecehan seksual calon hakim agung: Dua perempuan lain menuduh, Donald Trump membela

KONFRONTASI -  Calon hakim agung AS yang dilanda tudingan pelecehan seksual menyatakan bahwa ia "tidak akan membiarkan tuduhan palsu" menyingkirkannya dari proses nominasi.
Kepada stasiun televisi Fox News pada Senin (24/09), Brett Kavanaugh mengatakan 'tidak akan ke mana-mana' kendati sudah muncul perempuan lain lagi yang melontarkan tuduhan pelecehan seksual.
Kavanaugh berbicara sehari setelah mantan teman sekelasnya di Universitas Yale menuduhnya mempertunjukkan alat kelamin kepadanya di sebuah pesta.
Sang hakim yang diajukan Presiden AS Donald Trump itu menyangkal semua tuduhan serangan seksual.
"Saya tidak akan membiarkan tuduhan palsu menyingkirkan kami dari proses ini," kata Kavanaugh dalam wawancara dengan wartawan Fox News Martha MacCallum.

Penuduh pertamanya, Christine Blasey Ford, akan memberikan kesaksian kepada komite Senat pada hari Kamis (27/09), diikuti kesaksian sanggahan dari Hakim Kavanaugh.
Ford menuduh bahwa dulu Kavanaugh dalam keadaan mabuk mencoba melucuti pakaiannya, menindihnya di tempat tidur dan menyumpal mulutnya, di sela-sela sebuah pesta di sekolah menengah, ketika usianya 15 tahun dan Kavanaugh 17 tahun.
Jika Brett Kavanaugh disahkan, hal itu akan merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan Trump, karena ia dapat mengarahkan Mahkamah Agung Amerika condong ke hakluan konservatif dalam tahun-tahun ke depan.
Apa kata Kavanaugh?
Kavanaugh tampil di stasiun televisi konservatif Fox News bersama istrinya, Ashley, pada Senin malam, sementara Partai Republik berusaha mempertahankan nominasinya.
Hakim Kavanaugh menyangkal keras tuduhan terbaru terhadapnya, dengan mengatakan bahwa ia "tidak pernah melecehkan siapapun secara seksual, di sekolah menengah atau di manapun".
"Kami menginginkan proses yang adil, untuk membela integritas saya, rekam jejak saya dalam mempromosikan martabat dan kesetaraan perempuan — dimulai dari perempuan yang mengenal saya di usia 14 tahun," kata Kavanaugh kepada Fox News.
"Saya tidak mempertanyakan dan tidak pernah mempertanyakan bahwa Dr. Ford mungkin pernah dilecehkan secara seksual di suatu tempat pada suatu masa dalam hidupnya, tapi yang saya tahu ialah saya tak pernah melecehkan siapapun".

Kavanaugh menambahkan bahwa ia tetap perjaka selama "beberapa tahun" setelah lulus sekolah menengah, meskipun tuduhan yang dikenakan kepadanya tidak menyebut pemerkosaan atau hubungan seks konsensual.
Apa tuduhan terbaru terhadap Kavanaugh?
Pada Minggu (23/09), Deborah Ramirez, seorang teman sekelas Kavanaugh di Universitas Yale, berkata kepada majalah New Yorker bahwa Kavanaugh mempertunjukkan alat kelaminnya di hadapannya dalam sebuah pesta asrama pada awal tahun '80-an.
"Saya ingat ada penis di depan muka saya," ujar perempuan itu. "Saya tahu bukan itu yang saya inginkan, meski dalam keadaan (pesta) seperti itu."
Ramirez, 53 tahun, berkata ia akhirnya menyentuh juga kelamin laki-laki itu saat berusaha mendorongnya menjauh.
Perempuan itu mengaku mengingat Brett Kavanaugh berdiri di sampingnya dan tertawa sambil menaikkan celananya.
Artikel di New Yorker menyebut bahwa Ramirez mengakui bahwa ingatannya tidak utuh akibat alkohol malam itu.
Sementara surat kabar New York Times berkata tidak bisa menemukan kesaksian yang mendukung cerita Ramirez, meski telah melakukan 'puluhan' wawancara.
Para pengunjuk rasa memprotes penunjukkan Brett Kavanaugh sebagai hakim Mahkamah Agung di Washington, DC, Senin (24/09).
Michael Avenatti, pengacara AS yang dikenal sebagai kuasa hukum bintang film dewasa Stormy Daniels dalam skandal yang diduga melibatkan Presiden Trump, berkata kepada wartawan bahwa ia mewakili perempuan ketiga dengan 'informasi kredibel' tentang tuduhan pelecehan seksual terhadap Hakim Kavanaugh.
Avenatti berkata bahwa ia memperkirakan sang klien akan mengungkap klaimnya kepada publik dalam waktu 48 jam.
Bagaimana reaksi Gedung Putih?
Berbicara di gedung PBB di New York pada hari Senin (24/09), Trump mengatakan para penuduh Hakim Kavanaugh 'mendadak muncul' untuk melontarkan tuduhan yang 'sangat tidak berdasar' dan 'sepenuhnya politis'.
"Bisa jadi (tuduhan) ini merupakan hal paling tidak adil yang terjadi pada seorang kandidat untuk jabatan apapun," ujarnya.
Sementara penasihat senior Gedung Putih Kellyanne Conway berkata: "Ini mulai terasa seperti konspirasi besar kelompok sayap kiri."
Frasa itu mirip dengan sebutan Hillary Clinton pada tuduhan perselingkuhan yang menimpa suaminya, Presiden Bill Clinton: "konspirasi besar kelompok sayap kanan".
Partai Demokrat melanjutkan upaya meminta pemungutan suara penunjukkan hakim agung ditunda untuk memungkinkan semua klaim itu diselidiki.(Juft/BBC)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...