10 April 2020

Nasib Presiden Assad Harus Ditentukan Rakyat Suriah

KONFRONTASI -  Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan rakyat Suriah yang harus memutuskan masa depan Presiden Bashar al-Assad. Hal itu dikemukakan Zarif pada Sabtu (13/2) ketika berbicara kepada wartawan di kota Munich, Jerman, dalam menanggapi komentar sebelumnya oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir tentang masa depan Assad dan situasi politik di Suriah.

"Sebuah solusi politik akan mungkin tercapai dengan [kehadiran] Assad. Baik kami maupun mereka [Arab Saudi dan AS] dapat berkomentar dalam hal ini, "kata Zarif pada akhir kunjungannya ke Jerman, di mana ia menyampaikan pidato pada Konferensi Keamanan Munich ke-52 (MSC).

"Sebuah keputusan tentang masa depan Suriah harus diambil oleh rakyat Suriah. Rakyat berhak mengekspresikan pandangan mereka dan keputusan ini hanya di tangan Suriah," tambahnya.

Kerry mengatakan kepada The Washington Post bahwa dalam kasus kurangnya keseriusan oleh Rusia dan Iran untuk resolusi krisis di Suriah, "maka harus ada pertimbangan dari Rencana B."

Dia menambahkan bahwa "Rencana B" akan "berujung pada langkah koalisi melawan [teroris Takfiri ISIS], dan juga untuk mendukung oposisi melawan Assad."

Menteri Luar Negeri Arab Saudi juga mengatakan kepada CNN di Munich bahwa jika proses politik Suriah gagal, Presiden Assad akan harus digulingkan "secara paksa."

"Saya percaya Bashar al-Assad lemah dan saya percaya Bashar al-Assad sudah berakhir," kata Jubeir.[ian/irib]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...