9 December 2019

Militer Turki Mulai Serang Milisi Kurdi di Suriah

Konfrontasi - Milisi YPG Kurdi Suriah mengatakan sekitar 70 kali tembakan meriam dari pasukan Turki telah menghantam pedesaan Kurdi di wilayah Afrin, Suriah barat laut. Sementara Ankara mengaku bahwa serangan militer yang terancam adalah 'de facto' sedang berlangsung.

Pengeboman dari wilayah Turki dimulai sekitar tengah malam, berlanjut sampai Jumat pagi 19 Januari 2018. Turki menganggap milisi Kurdi Suriah sebagai perpanjangan tangan pemberontak Kurdi, yang memerangi Turki dan telah bersumpah untuk menyerang daerah kantong Afrin. Sembari mengerahkan tentara dan tank di perbatasannya selama beberapa hari.

Aksi militer berisiko mengobarkan hubungan lebih jauh dengan Amerika Serikat (AS), yang bersekutu dengan Pasukan Pertahanan Suriah (SDF), yang dipimpin Kurdi dalam kampanyenya melawan ekstremis Islamic State (ISIS).

Menteri Pertahanan Turki, Nurettin Canikli, pada Jumat 19 Januari 2018, mengatakan bahwa serangan tersebut sudah dimulai.

"Operasi itu benar-benar dimulai secara de facto dengan tembakan lintas batas," kata Canikli kepada stasiun penyiaran A Haber. 

"Ketika saya mengatakan 'de facto', saya tidak ingin hal itu disalahpahami. Telah dimulai. Semua jaringan teror dan elemen di Suriah utara akan dieliminasi. Tidak ada jalan lain," tegasnya seperti dikutip Guardian, Sabtu 20 Januari 2018.

Rojhat Roj, juru bicara YPG di Afrin, mengatakan kepada AFP bahwa serangan hari Jumat menandai pemboman Turki terberat sejak pemerintah Turki meningkatkan ancaman untuk mengambil tindakan militer atas wilayah Kurdi.

Roj, yang berbicara dari Afrin, menuturkan bahwa YPG akan merespons dengan sangat keras atas serangan ke Afrin.

Tindakan militer akan berarti menghadapi Kurdi yang bersekutu dengan AS pada saat hubungan Turki dengan Washington mencapai titik puncak. Kementerian Luar Negeri AS sudah meminta Turki agar fokus pada perang melawan ISIS dan tidak mengirim tentaranya ke Afrin.

"Kami akan meminta pada orang-orang Turki untuk tidak melakukan tindakan semacam itu," juru bicara Deplu AS Heather Nauert mengatakan pada sebuah pengarahan pekan ini. 

"Kami tidak ingin mereka terlibat dalam kekerasan tapi kami ingin mereka tetap fokus pada ISIS," cetusnya.

Turki mengirim panglima militernya ke Moskow, pada Kamis, minta persetujuan sebuah kampanye udara di wilayah yang dikuasai Kurdi. Kendati pihak Damaskus telah memperingatkan bahwa pihaknya dapat menembak jatuh pesawat-pesawat Turki manapun di angkasa.

Masalahnya salah satu dari beberapa masalah telah mengganggu hubungan antara Washington dan sekutu Muslim terbesarnya di NATO. Kedua negara tersebut berselisih soal penolakan AS mengekstradisi seorang ulama Turki karena mengotaki kudeta 2016 yang gagal. Juga penuntutan AS terhadap seorang bankir Turki atas hukuman sanksi, di mana kesaksian tersebut melibatkan kalangan pejabat tinggi Turki. (mtv/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...