28 February 2020

Menlu Iran Nyatakan Surat Senator Republiken Rusak Kesepakatan Nuklir

Konfrontasi - Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif menyatakan kepada ulama terkemuka pada Selasa (10/3) bahwa surat senator Republiken merusak kesepakatan nuklir dan mengikis kepercayaan Teheran dalam berhubungan dengan Amerika Serikat.

Dengan memperluas kecamannya terhadap surat terbuka itu, yang 47 penandatangannya termasuk beberapa kemungkinan calon presiden pada pemilihan umum 2016, Zarif mengatakan, "Surat seperti itu belum pernah terjadi dan tidak bijaksana. Sebenarnya, itu mengatakan kepada kita bahwa kita tidak bisa percaya pada Amerika Serikat." Pernyataan Zarif itu, yang dilaporkan kantor berita Isna, muncul di Teheran pada pertemuan Majelis Ahli, badan tertinggi ulama Iran, tempat ia memutakhirkan tentang perundingan dengan kekuatan dunia untuk perjanjian terpadu mengenai kegiatan nuklir Iran.

Pada Senin (9/3) ia menyatakan surat itu tidak memiliki nilai hukum.

Dengan secara tegas meremehkan Gedung Putih, para senator itu menulis bahwa Presiden Barack Obama berkuasa hanya hingga Januari 2017, dan penggantinya bisa menihilkan perjanjian itu jika Kongres tidak menyetujuinya.

Sementara Iran dan Amerika Serikat adalah musuh bebuyutan, Zarif dan regu perundingnya secara taat asas menyatakan pembicaraan nuklir itu dilakukan dalam suasana baik dan sungguh-sungguh.

Namun, pada Selasa, ia menambahkan, "Perundingan dengan Amerika Serikat menghadapi masalah karena ada ekstremis di Kongres." Surat Republiken itu tampaknya adalah tawaran lain untuk memengaruhi atau bahkan menggagalkan pembicaraan Iran dengan P5+1, yakni Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman dan Rusia serta Amerika Serikat.

Surat itu juga menandai perampokan langka oleh Kongres atas kebijakan luar negeri, saat perundingan Amerika Serikat dengan pemerintah lain adalah tanggung jawab eksekutif, bukan anggota parlemen.

Obama mempermalukan surat itu, membandingkan pada senator tersebut dengan anggota parlemen Iran, yang tampak menentang peredaan ketegangan, dan menyatakan akan membawa perkaranya untuk setiap kemungkinan kesepakatan nuklir kepada pemilih.

"Adalah ironik melihat beberapa anggota Kongres ingin membuat masalah umum dengan kelompok garis keras di Iran," katanya.

Dengan tenggat Maret mendekat, perunding mati-matian bekerja untuk menyetujui garis politik kesepakatan, yang akan mencegah kegiatan nuklir Iran sebagai imbalan pencabutan hukuman oleh Barat.

Rincian kesepakatan tersebut untuk diselesaikan pada akhir Juni, tapi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam upaya dua langkah itu, dengan menyatakan masalah harus ditangani dalam satu langkah.

Babak baru pembicaraan Zarif dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dijadwalkan berlangsung di Lausanne, Swiss, pada Minggu.(ant/ar)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...