19 September 2019

Krisis Migran di Italia Adalah Sebuah Tragedi, Sebut PBB

KONFRONTASI -Italia membutuhkan lebih banyak dukungan untuk menangani migran dalam jumlah besar yang melintasi Mediterania dari Afrika, seperti disampaikan badan pengungsi PBB.

"Apa yang terjadi di depan mata kami di Italia merupakan sebuah tragedi," kata Filippo Grandi.

"Ini tak bisa hanya menjadi masalah Italia sendiri," kata dia.

Grandi, yang merupakan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, mengatakan 12.600 migran dan pengungsi telah tiba di Italia pada akhir pekan ini.

Total jumlah migran di negara itu mencapai, 83.650 orang yang mencapai Italia sejak awak tahun ini - meningkat 20% dibandingkan periode yang sama pada 2016.

Sekitar 2.030 orang tewas dalam perjalanan di Mediterania pada tahun ini. Sebagian besar migran mengungsi dari Libya melintasi Mediterania.

Libya merupakan pintu masuk ke Eropa bagi para migran yang berasal dari sub-Sahara Afrika dan juga semenanjung Arab, Mesir, Suriah dan Bangladesh. Banyak dari mereka melarikan diri dari perang, kemiskinan ataupun persekusi.

Italia telah mengancam untuk menghentikan kapal dari negara lain yang mengangkut migran ke pelabuhannya, sebagai peringatan bahwa situasi di Uni Eropa  tidak berkelanjutan.

.

Pada Kamis, komisioner migrasi Uni Eropa, Dimitris Avramopoulos, menjanjikan lebih banyak dukungan finasial bagi Italia, dan mendesak sejumlah negara-negara anggota untuk menunjukkan solidaritas yang lebih besar.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jerman dan Italia akan berdiskusi mengenai masalah tersebut dalam sebuah pertemuan di Paris pada Minggu (02/07).

Badan PBB untuk pengungsi UNHCR mengatakan diantara migran yang tiba di Italia banyak anak-anak yang tidak didampingi orangtua dan korban kekerasan seksual atau berbassis gender.(Juft/BBC)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...