25 November 2017

#JeSuisAhmed Bersaing dengan #JeSuisCharlie di Dunia Maya

KONFRONTASI - Dunia maya juga kini diramaikan oleh pesan yang menggunakan tandapagar#JeSuisAhmed dan #JeSuisCharlie.

#JeSuisCharlie atau Saya adalah Charlie ditujukan sebagai tanda simpati terhadap koran Charlie Hebdo yang diserang tiga pemuda keturunan Arab hari Rabu lalu (7/1). Adapun #JeSuisAhmed atau Saya adalah Ahmed ditujukan sebagai tanda simpati kepada Ahmed Merabet, polisi Prancis yang juga ikut tewas dalam penyerangan itu.

Sebanyak 10 jurnalis Charlie Hebdo termasuk pemimpin redaksi dan karikaturis utama, Stephane Charbonnier, tewas dalam serangan itu. Sementara dua polisi, salah seorang di antaranya adalah Ahmed Merabet, tewas ketika berusaha menghentikan serangan tersebut.

Menurut laporan sejumlah media, penerbit Julien Caster di Maroko adalah orang pertama yang menggunakan hastag #JeSuisAhmed.

Menurut BBC, Casters mengingatkan bahwa tidak semua muslim di Prancis penganut paham radikal yang suka mengumbar kemarahan karena agamanya dihina.

Hastag #JeSuisAhmed ini dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa. Pemimpin Liga Arab Eropa Dyab Abou Jahjah juga berperan dalam menyebarkan hastag ini.

"Saya bukan Charlie, Saya adalah Ahmed polisi yang mati. Charlie mengolok-olok keyakinan dan budaya saya dan saya tewas membela hak dia (Charlie) melakukan itu," ujar Dyab Abou Jahjah di akun @Aboujahjah.

Sementara akun Haroon Moghul di @hsmoghul berkata, "#JeSuisAhmed, polisi yang tewas membela hak majalah itu untuk menghina agama dan budayanya."

Pemilik akun @Imi_Ahmed, Imran Ahmed, dalam twitnya mengatakan, "Ahmed Merabet melindungi rakyat. Dia adalan wajah sebenarnya dari Islam modern. Pembunuhnya tidak (mewakili Islam).[ian/rm]

 

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...