16 December 2018

Jelang Pemilu Rusia, Polisi Gerebek Kantor Oposisi Putin

Konfrontasi - Juru bicara pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, Kira Yarnmysh, mengatakan aparat kepolisian hari ini memaksa masuk kantor Navalny di Moskow dengan menggerinda pintu.

Sejumlah foto dari pendukung Navalny di Internet memperlihatkan sekitar 14 polisi berdiri di depan kantor Navalny. Yarmysh mengatakan penggerebekan itu bertujuan menutup operasional sebuah studio televisi di dalam kantor.

Ratusan pendukung Navalny hari ini mulai menggelar unjuk rasa di seantero Rusia untuk memprotes aparat pemerintah. Mereka menyerukan boikot terhadap pemilu 18 Maret nanti yang mereka sebut sudah dicurangi.

merupakan anggota Koordinasi Dewan Oposisi Rusia dan pemimpin partai Kemajuan yang sebelumnya disebut Aliansi Rakyat.

Nama Navalny tidak asing lagi didengar oleh masyarakat Rusia khususnya di dunia perpolitikan. Navalny dikenal tidak hanya di Rusia tetapi juga internasional sebagai kritikus korupsi dan pemerintahan Putin. Dia pernah menggalang demonstrasi besar untuk mendukung demokrasi dan menyerang sekutu politik Putin.

Meski demikian, dia tidak menjadikan hal itu sebagai alasan untuk berhenti mencalonkan diri sebagai presiden.

"Saya akan memenangkan pemilu, jika saya diizinkan untuk berusaha dan memanfaatkan media. Hal itulah alasan utama mereka tidak menginginkan saya untuk maju pemilu. Mereka sadar betul betapa sedikitnya dukungan yang bisa diperoleh oleh mereka," ujarnya dalam sebuah wawancara, seperti dikutip dari laman AP, Selasa (19/12/2017). (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...