ISIS Hancurkan Masjid Bersejarah yang Berusia 800 Tahun

KONFRONTASI  -  Kelompok militan ISIS meledakkan sebuah masjid kuno yakni Masjid Agung al-Nuri dan menara bersandarnya yang terkenal di tengah pertempuran dengan pasukan pro-pemerintah (Rabu, 21/6).
Berita Terkait
Menhan: Tiga Negara Patroli Bersama Redam Teror ISIS, Menyusul Singapura Dan Brunei
ISIS Musuh Bersama
Surga Yang Ditawarkan, Neraka Yang Didapatkan
Masjid yang berusia lebih dari 800 tahun itu adalah tempat di mana pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi memproklamirkan sebuah "khilafah" pada tahun 2014.

Foto udara menunjukkan kompleks masjid yang sebagian besar hancur. Hal itu menyebabkan kecaman yang luas, mengingat masjid tersebut adalah peninggalan sejarah yang berharga.

Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi mengatakan bahwa penghancuran itu adalah bentuk deklarasi resmi kekalahan ISIS.

Sementara komandan senior AS di Irak mengatakan bahwa ISIS telah menghancurkan salah satu harta besar Mosul dan Irak.

"Ini adalah kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh mengapa organisasi brutal ini harus dimusnahkan," kata Mayor Jenderal Joseph Martin.

Sementara pihak ISIS, seperti dimuat BBC mengklaim bahwa penghancuran masjid disebabkan oleh pesawat tempur Amerika Serikat.

Komandan Irak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut untuk merebut kembali Mosul mengatakan bahwa pasukan tersebut berada dalam jarak 50 meter dari Masjid ketika IS melakukan kejahatan historis tersebut.

Masjid al-Nuri bertanggal 1172 dan dinamai menurut nama seorang bangsawan yang berperang melawan tentara salib awal.

Sementara menara bersandar di sebelahnya itu dijuluki "si bungkuk".(Juft/Rol)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA