12 November 2019

Guru di Inggris Ancam Kirim Siswa Yahudi ke Kamar Gas

KONFRONTASI-Seorang guru dipecat dari sebuah sekolah dasar di Inggris setelah ia mengancam akan mengirim para siswa Yahudi ke kamar gas jika tidak mengerjakan tugas mereka. Guru yang mengajar di Newberries Primary School di Hertfordshire, Inggris tenggara, diduga mengatakan hal itu pada Kamis lalu di hadapan 28 siswa berumur 10 tahun, termasuk 11 anak-anak Yahudi.

"Sebaiknya kau selesaikan pekerjaanmu dengan cepat, atau aku akan mengirim kalian semua ke kamar gas," ujarnya kala itu.

Wanita itu diduga meminta maaf setelah kejadian itu dan mengatakan dia hanya bercanda. Padahal sebelumnya ia meminta para siswa untuk tidak mengatakan apa-apa. 

Perkataan sang guru itu kemudian menyebar di kelompok WhatsApp sekolah dan ke orang tua para siswa. Beberapa di antara para orang tua siswa mengeluhkan hal itu kepada kepala sekolah dan bahkan mengancam untuk mengeluarkan anak-anaknya kecuali guru dipecat.

Sekolah pun bertindak cepat dengan memecat sang guru pada keesokan harinya setelah pertemuan darurat dewan gubernur. Diketahui jika guru tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap dan merupakan pekerja outsourcing.

"Kami dapat mengkonfirmasi bahwa minggu lalu kami dibuat sadar bahwa dugaan komentar rasis telah dilakukan oleh seorang guru agensi yang bekerja di sekolah," kata seorang juru bicara sekolah dalam sebuah pernyataan.

“Kami segera bertindak atas hal ini dan gubernur serta tim kepemimpinan kami sedang melakukan penyelidikan penuh. Guru agensi tidak akan kembali," imbuhnya seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (16/10/2019).

Laporan 2016 oleh Ofsted, pengawas pendidikan Inggris, menilai Newberries Primary School sangat baik dan berhasil mempertahankan suasana yang harmonis dan ramah.

Sekolah tersebut berlokasi di Radlett, sebuah desa komuter kelas atas dengan komunitas Yahudi yang besar, sekitar seperempat dari 8.000 penduduk desa diidentifikasi sebagai orang Yahudi.

Insiden itu terjadi ketika pelecehan anti-Semit terus meningkat di Inggris. Tahun lalu, menurut Community Security Trust (CST), sebuah badan amal yang memantau anti-Semitisme di Inggris, jumlah insiden semacam itu naik 16 persen ke rekor 1.652. CST mengatakan bahwa jenis insiden tunggal yang paling umum melibatkan pelecehan verbal dan anti-Semit yang ditujukan pada orang-orang Yahudi.

Enam bulan pertama 2019, menurut badan amal itu, juga mengalami peningkatan 10 persen dari tahun-ke-tahun. 

"Ini adalah tahun ketiga berturut-turut bahwa CST telah melihat peningkatan dalam laporan insiden antisemit," kata badan itu. 

"Masalahnya menyebar di seluruh negeri dan online, itu mencerminkan perpecahan yang semakin dalam di masyarakat kita dan itu menyebabkan meningkatnya kecemasan di komunitas Yahudi," demikian kata badan itu.[mr/snd]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...