10 April 2020

Fethullah Gulen: Saya Siap Digantung Jika Terbukti Rencanakan Kudeta

KONFRONTASI-Fethullah Gulen membantah semua tudingan pemerintah Turki terkait peran aktif menggerakkan perwira militer melakukan kudeta. Hal tersebut dikatakannya dalam wawancara khusus program televisi Fareed Zakaria GPS yang disiarkan CNN Minggu (31/7) malam. Dia .

Sang ulama karismatik itu menyatakan tak ada bukti nyata dimiliki oleh pemerintah Turki untuk memperkarakan Gerakan Hizmet yang dia pimpin. Dia menantang Presiden Reccep Tayyip Erdogan menuntaskan masalah bukti lebih dulu, sebelum menudingnya bersalah.

"Jika sampai ada bukti saya memberitahu satu perwira agar melakukan kudeta, ada bukti pembicaraan lewat telepon, atau apapun yang bisa membuktikan tuduhan tersebut tepat, maka saya akan dengan senang hati dihukum gantung," ujarnya. Wawancara ini adalah penampilan perdana Gulen di depan jaringan televisi internasional setelah dituding sebagai dalang kudeta.

Gulen tinggal di Kota Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat sejak 1999. Pemerintah Turki akhir bulan lalu mengajukan permintaan ekstradisi Gulen, namun belum direspon oleh Washington D.C. Erdogan mengaku memiliki setumpuk bukti bahwa sang ulama itu berperan sebagai dalang upaya makar.

Gulen adalah ulama moderat yang berusaha mengawinkan Islamisme dan demokrasi. Organisasinya, Hizmet, bergerak di bidang pendidikan serta bantuan sosial. Organisasi ini mengelola ratusan cabang di seluruh dunia, termasuk beberapa sekolah swasta di Indonesia.

Gerakan Hizmet ini, yang dituding oleh pemerintahan Erdogan, sejak beberapa tahun terakhir berupaya menyusup ke dalam militer sampai kemudian bergerak paling aktif pada kudeta gagal 15 Juli lalu. Di Turki, Gerakan Hizmet menguasai televisi, perbankan, surat kabar, hingga bisnis tambang emas, membuatnya jadi gerakan nonprofit selain institusi agama yang sangat berpengaruh.

Saat diwawancarai oleh Fareed Zakaria, Gulen balik menuduh Erdogan berkolaborasi dengan kalangan ultranasionalis Turki merancang kudeta yang seakan-akan gagal. Dia kemudian menyoroti penangkapan ribuan tentara, dosen, serta pegawai negeri yang digantikan oleh pendukungnya.

"Ini adalah skenario besar yang lebih mirip pementasan untuk melayani kepentingan para perancangnya," kata pria 75 tahun ini.[mr/mdk]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 10 Apr 2020 - 08:55
Jumat, 10 Apr 2020 - 08:47
Jumat, 10 Apr 2020 - 08:34
Jumat, 10 Apr 2020 - 08:23
Jumat, 10 Apr 2020 - 08:14
Jumat, 10 Apr 2020 - 00:53